Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris

Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris
Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris

Salah satu penggawa timnas Indonesia, Ezra Walian, kini sedang berada di titik perpindahan ke Liga Inggris. Saat ini santer diberitakan, kalau jong Belanda itu sedang menantikan sodoran kontrak secara resmi dari Bolton Wanderers. Usai pekan lalu melakoni trial bersama klub asal Inggris tersebut.

Saat ini Ezra memang sedang memiliki status pemain tanpa klub, setelah Azax Amsterdam emoh memperpanjang kontrak kerjanya yang habis pada bulan Juni 2017. Untuk mencari pengalaman dan tantangan baru, bomber 19 tahun itu pun berniat untuk terbang ke Inggris.

Kabarnya, Bolton puas dengan performa Ezra saat melakukan trial bersama klub di League One. Ezra dinilai mampu bersaing dengan pemain-pemain berpotensi lainnya di ajang kompetisi tersebut.

“Pas trial sih, Bolton bilang puas dengan Ezra. Mudah-mudahan bisa lolos kualifikasi dan langsung dikontrak”, ungkap agensi Ezra, Wide Putra.

Sembari menunggu hasil keputusan Bolton, Ezra saat ini tengah sibuk mengembalikan kondisi fisiknya lagi. Setelah bulan lalu sempat jatuh sakit ynag disebabkan oleh bakteri salmonella.

“Ya selama masih belum bermain secara resmi, dia (Ezra) kerjanya latihan sendiri terus. Biar ga kendor, kalau kata dia”, ujar Wide lagi.

Kabar terakhir, Ezra bakal kembali bergabung dengan timnas Garuda untuk menjalani latihan bersama pada tanggal 5 Agustus mendatang.

Jadwal Bola 25-28 Juli 2017

Jadwal Bola 25-28 Juli 2017

Selasa, 25 Juli 2017

Piala Emas Concacaf ‘17

08.45 WIB

Babak final

Soccer Channel

Euro Woman

01.45 WIB

Norwegia vs Denmark

Soccer Channel

01.45 WIB

Belgia vs Belanda

MNC Sport

Rabu, 26 Juli 2017

Euro Woman

01.45 WIB

Rusia vs Jerman

Soccer Channel

01.45 WIB

Swedia vs Italia

MNC TV

Piala Internasional Champion ‘17

07.00 WIB

Tottenham Hotspur vs Roma

Trans 7

Liga 2

15.00 WIB

PSGC Ciamis vs PSCS Cilacap

TV One

18.30 WIB

PSS Sleman vs Persibangga Purbalingga

TV One

Kamis, 27 Juli 2017

Euro Woman

01.45 WIB

Islandia vs Austria

Soccer Channel

01.45 WIB

Swiss vs Prancis

MNC Sport

MLS

06.30 WIB

Philadelphia Union vs Columbus Crew

Bein Sport 2

Liga 2

15.00 WIB

Persik Kediri vs Persida Sidoarjo

TV One

18.30 WIB

Persebaya Surabaya vs Martapura FC

TV One

Piala Internasional Champion ‘17

06.00 WIB

Barcelona vs Manchester United

Trans 7

07.30 WIB

Paris Saint-Germain vs Juventus

Trans 7

10.00 WIB

Real Madrid vs Manchester City

Trans 7

Jumat, 28 Juli 2017

Liga 1

15.00 WIB

Persela Lamongan vs Barito Putera

TV One / Festival

18.30 WIb

Mitra Kukar vs Persiba Balikpapan

TV One / Festival

*Jadwal didapat dari berbagai sumber dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan jadwal mendadak dari stasiun TV bukan tanggungjawab kami.

Stop Beli Medioker Player, Inter

Stop Beli Medioker Player, Inter
Stop Beli Medioker Player, Inter

Seiring dengan para rivalnya di Seri A yang greges di bursa transfer, Inter Milan nampaknya juga ikut jor-joran menggelontorkan uang buat belanja pemain. Terakhir, Inter baru saja mendatangkan pemain barunya yang ke 4, Christian Vieri. Namun begitu, Vieri diniai fans sebagai pemain yang masih jauh dari kata oke. Maka dari itu, fans pun memperingatkan klub kesayangannya itu untuk berhenti membelanjakan uangnya untuk pemain-pemian medioker.

Sebelumnya, Internazionale sudah memboyong Daniele Padelli yang sebelumnya adalah kiper di Torino, lalu Skriniar eks bek Sampdoria, dan juga Borja Valero yang dulunya bekas gelandang Fiorentina. Dari keempat pemain baru yang dipersiapkan Inter buat musim depan, cuma nama Valero lah yang dilihat fans sebagai pemain yang masuk kategori oke. Walaupun, usia winger asli Spanyol tersebut sudah termasuk memasuki usia uzur sebagai atlit. Yakni, 32 tahun.

Sementara cerita dicoretnya nama Padelli dari jajaran pemain kunci Torino saja, dipicu oleh ketidakmampuannya untuk bersaing dengan kiper baru yang baru saja direkrut I Granata, Joe Hart. Kendati, Padellin bisa diboyong Inter dengan cuma-cuma usai kontraknya di klub sebelumnya tidak diperpanjang lagi. Selain itu, sebagai bek, Skriniar juga dinilai sebagai pemain yang tampil pas-pasan pada musim lalu bersama klubnya, Sampdoria.

Ini justru memperlihatkan letoinya semangat Inter di bursa transfer musim panas tahun ini (2017). Berbeda dengan seterunya, AC Milan yang mengeluarkan banyak uang tepat guna. Sejauh ini, Rossoneri sudah menciduk Mateo Musacchio, Andre Silva, Ricardo Rodriguez, Andrea Conti, Hakan Calhanoglu, Franck Kessie, Lucas Biglia, Fabio Borini dan pemain yang paling baru saja direkrut, Leonardo Bonucci. Dimana, 9 nama tersebut punya CV yang bagus di klub yang mereka sebelum berseragam belang merah hitam.

Kelesuan Inter juga dikomentari oleh eks bomber timnas Italia yang dulu juga pernah berseragam belang biru hitam dan belang merah hitam, Vieri.

“Kalau mau jadi juara, ya Inter harus juga merekrut pemain yang berpotensi untuk juara. Jangan asal angkut saja. Itu kan cuma buang-buang uang, waktu dan tenaga saja jadinya”, tegasnya saat disambangi Sky Sport Italia.

“Stop membelanjakan uang Anda untuk para medioker player”, lanjutnya lagi menasehati bekas klubnya dulu.

“Kalau saya boleh saran, ada 2 kandidat yang sebaiknya cepat diincar Inter. Toh, saat ini Inter sedang butuh striker kan?”

“Pertama ada Nikola Kalinic dari Fiorentina. Ia terkenal dengan kontrol bolanya yang sulit dilepas oleh lawan. Sangat bagus untuk merangsek dan mendekati gawang lawan. Lalu berikutnya ada juga Andrea Belotti yang bermain di Torino. Belotti punya fisik yang kuat serta napas yang panjang, sehingga menjadi pemain yang sulit dihadang saat menerobos masuk ke pertahanan lawan. Lagipula, Belotti saat ini sedang lapar-laparnya untuk menjadi juara”, papar Vieri merekomendasikan pemain yang dirasanya bagus buat Inter.

Jadwal Bola 22-24 Juli 2017

Jadwal Bola 22-24 Juli 2017

Sabtu, 22 Juli 2017

Liga Premier Trofi Asia

17.00 WIB

West Brom vs Crystal Palace

Bein Sport 1

19.30 WIB

Leicester City vs Liverpool

Bein Sport 1

Challenge Match

18.30 WIB

Arsenal vs Chelsea

Kompas TV

Euro Woman

01.45 WIB

Jerman vs Italia

Soccer Channel

23.00 WIB

Islandia vs Swiss

Soccer Channel

MLS

06.00 WIB

Orlando City SC vs Atlanta United

Bein Sport 3

Liga Super China

18.30 WIB

Shanghai SIPG vs Guangzhou Evergrande

Soccer Channel

Liga 1

15.00 WIB

Barito Putera vs Madura United

TV One / Festival

18.30 WIB

Persib Bandung vs Persija Jakarta

TV One / Festival

Minggu, 23 Juli 2017

Euro Woman

01.45 WIB

Prancis vs Austria

Soccer Channel

23.00 WIB

Skotlandia vs Portugal

Soccer Channel

MLS

01.00 WIB

New York City FC vs Chicago Fire

Bein Sport 3

03.00 WIB

Minnesota United vs New York Red Bulls

Bein Sport 3

06.00 WIB

Toronto FC vs Colorado Rapids

Bein Sport 2

06.00 WIB

DC United vs Houston Dynamo

Bein Sport 3

06.30 WIB

New England Revolution vs LA Galaxy

Bein Sport 1

09.00 WIB

Real Salt Lake vs Sporting Kansas City

Bein Sport 2

Liga Super China

18.30 WIB

Shanghai Shenhua vs Beijing Guoan

Soccer Channel

Kualifikasi Piala AFC U-23

19.00 WIB

Thailand vs Indonesia

MNC TV / Soccer Channel

Liga 1

15.00 WIB

Persipura Jayapura vs PS TNI

TV One / Festival

18.30 WIB

Bali United vs PSM Makassar

TV One / Festival

Senin, 24 Juli 2017

Piala Internasional Champion

04.00 WIB

Real Madrid vs Manchester United

Trans 7

MLS

05.30 WIB

Vancouver Whitecaps vs Portland Timbers

Bein Sport 3

09.30 WIB

Seattle Sounders vs San Jose Earthquakes

Bein Sport 2

Liga 1

18.30 WIB

Persegres Gresik United vs Sriwijaya FC

TV One / Festival

*Jadwal didapat dari berbagai sumber dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan jadwal mendadak dari stasiun TV bukan tanggungjawab kami.

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990
Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990

Awal terjadinya revolusi Piala Dunia

Piala Dunia tahun 1990 bisa dikatakan sebagai turnamen Piala Dunia yang paling buruk dalam catatan sejarah. Namun begitu, buruknya event 4 tahunan itu justru mendorong sebuah revolusi tersendiri di kancah sepakbola.

Popularitas Piala Dunia memang selalu mencuri perhatian seluruh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan event besar seperti Olimpiade yang mengikutsertakan 200 kontingen dari seluruh dunia pun, masih kalah gaungnya dibanding dengan Piala Dunia.

Kendati begitu, Piala Dunia pun wajar seperti hal lainnya. Yakni, punya atau pernah mengalami masa-masa terbaik maupun saat-saat terburuk dalam perjalanannya. Setiap 4 tahun sekali, selalu muncul nama-nama yang dijadikan sebagai idola baru. Disaat yang bersamaan, juga acapkali muncul insiden-insiden yang kurang sedap didengar. Seperti halnya yang terjadi pada babak final Piala Dunia tahun 2006. Kala itu, Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi yang bermuara pada sanksi kartu merah. Aksi pelanggaran yang dilakukan oleh gelandang serang Timnas Ayam Jantan itu pun, sekaligus menjadi sebuah sinyal. Bahwa karir sepakbolanya sedang menuju titik akhir.

Selain insiden yang terjadi pada tahun 2006, ada pula hal yang menjadi drama pada tahun 1990. Dimana Piala Dunia yang digelar di Italia pada tahun 1990 itu, tercatat sebagai ajang Piala Dunia terburuk selama ini.

Pada tahun 1990, rekor gol di sepanjang turnamen Piala Dunia berjalan hanya sebanyak 115 gol saja. Atau bila diambil angka gol per pertandingan, menjadi 2,21 gol per laga saja. Tentu saja, angka ini menjadi catatan angka paling rendah sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia. Mempertontonkan laga di putaran grup yang sangat miskin gol dan 2 laga semi final yang selalu berujung pada sesi adu penalti, memberikan indikasi bahwa hampir semua kontingen tampil sangat buruk pada masa itu. Malahan, keparahannya justru semakin terlihat jelas pada putaran final yang mempertemukan timnas Jerman Barat (yang saat ini menjadi Jerman) dengan timnas Argentina.

Cerita dibalik buruknya partai final Piala Dunia 1990

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990_2
Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990_2

Seperti yang sudah diketahui oleh para pencinta sepakbola di dunia, persaingan panjang antara Jerman dengan Argentina memang sudah terjadi sejak lama. Tak heran kalau partai yang mempertemukan 2 seteru tersebut, tadinya menjadi tontonan yang amat ditunggu-tunggu oleh masyarakat pencinta sepakbola di seluruh dunia. Namun sayangnya, kenyataan harus berkata lain. Duel tersebut berada jauh diluar ekspektasi para penonton sebelumnya.

Laga puncak tersebut, pada akhirnya dimenangkan secara tipis 1 – 0 oleh Jerman. Tadinya, penonton mengharap akan ada hujan gol yang membanjiri laga tersebut. Tapi justru yang ditampilkan malah hujan pelanggaran dan sanksi kartu. Argentina pun benar-benar memperlihatkan penampilan terburuknya kala itu, yakni hanya mampu melesatkan 1 shot yang itu pun tidak dinilai sebagai tembakan tertarget. Sementara lawannya, Jerman melakukan attempt sebanyak 23 kali, dengan 16 shot diantaranya yang on target.

Gol baru pecah, saat laga memasuki menit ke 85. Saat tu, Andreas Brehme berhasil menyarangkan si kulit bundar dari titik putih. Kendati begitu, gol tersebut lahir dari pelanggaran yang dilakukan oleh Roberto Sensini terhadap Rudi Voller.

Pada duel final tersebut, Argentina sampai harus mengorbankan 2 pemainnya. Dalam perjalanan Piala Dunia selama ini, Pedro Monzon menjadi pesepakbola pertama yang ditodong kartu merah di babak final. Selain itu, Argentina juga menjadi negara pertama yang absen bikin gol di fase final Piala Dunia selama ini.

Drama ternyata tidak berakhir sampai laga Jerman vs Argentina mencapai menit puncaknya yang ke 120. Selepas bertanding, Edgardo Codesal, selaku wasit asal Meksiko yang memimpin pertandingan kala itu langsung dihadang para pemain Argentina. Pasalnya, Codesal dianggap membantu Jerman untuk lolos sebagai penyabet trofi. Kemarahan mereka didasari oleh keputusan hadiah penalti yang diberikan untuk Jerman, pada menit ke 85. Ditengah amukan para pemain Argentina, toh wasit tetap kekeh untuk mengaminkan Jerman menjadi juara dunia yang ke-3 kalinya.

Franz Beckenbauer sontak menjadi satu-satunya tokoh yang dulunya sukses menjuarai Piala Dunia saat masih menjadi pemain timnas Jerman, dan sukses membawa timnya menjadi juara saat menjabat sebagai pelatih Timnas Panser.

Usai membawa timnya menggasak piala, Beckenbauer mengatakan bahwa Argentina tidak perlu marah atas kekalahan tersebut. Hal itu justru disebabkan oleh cara bermain mereka yang negatif dan kasar.

“Karena tidak mampu menyamakan dominasi kami sejak awal, cara bermain mereka (Argentina) mendadak jadi kasar sepanjang pertandingan. Untungnya kami tidak termakan emosi dan tetap bermain dengan sabar. Toh, akhirnya kesabaran tersebut membuahkan angka yang berujung pada kemenangan kami”, papar Beckenbauer saat disambangi oleh New York Times.

Hujan pelanggaran yang terjadi pada laga Jerman vs Argentina mengusik FIFA untuk meningkatkan kualitas pertandingan sepakbola

Menyaksikan polemik diving yang terjadi pada partai final Piala Dunia tahun 1990, mendorong FIFA untuk berbenah. Organisasi tertinggi sepakbola dunia tersebut memutuskan untuk meningkatkan standar pertandingan sepakbola, supaya menjadi lebih baik kedepannya. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah merubah poin kemenangan yang sebelumnya 2 poin menjadi 3 poin. Dasar perubahan ini dimaksud FIFA untuk meningkatkan motivasi tim yang bertanding untuk mengantongi ‘full poin’.

Selain soal poin, FIFA juga mengadakan peraturan ‘backpass’. Ini dimaksudkan untuk mencegah akal-akalan mengulur waktu selama bertanding. Sebelum peraturan ini diberlakukan, memang banyak tim peserta yang sengaja mengulur waktu dengan berlama-lama menguasai bola. Termasuk mengembalikan bola ke kiper dengan frekuensi yang relatif sering. Hal ‘stalling’ tersebut dilakukan mereka, lantaran mengalami kesulitan untuk merangsek ke sistem pertahanan lawan.

Dengan cara bermain seperti itu, tentu saja pertandingan sepakbola akan menjadi tontonan yang sangat membosankan dan mengecewakan. Sehingga tidak pantas dipertontonkan di ajang sepakbola paling akbar seperti Piala Dunia.

Cara kerja peraturan ‘backpass’ sendiri adalah melarang seorang pemain yang dengan sengaja mengembalikan bola ke kiper setelah melakukan tendangan gawang, untuk ditangkap lagi dengan tangan. Hal ini juga berlaku apabila pemain mendapat jatah lemparan kedalam dan tendangan bebas. Kiper setim dilarang menerimanya dengan menggunakan tangan.

Taktik kotor lainnya yang acapkali dilakukan oleh pemain adalah berpura-pura jatuh atau yang lebih populer dengan nama ‘diving’. Dimana cara bermain negatif ini paling banyak ditemukan pada saat Piala Dunia digelar tahun 1990. Kendati Jerman yang saat itu berhasil keluar sebagi juara, mereka dinilai sebagai tim yang paling sering menggunakan taktik ini. Taktik ini pula lah yang disinyalir berhasil mengusir keluar Pedro Monzon pada partai final. Sekaligus, membuahkan kado tendangan penalti yang menjadi penentu kemenangan Jerman kala itu.

Sesuai yang dimuat di Guardian, Klinsmann pada saat itu dengan sengaja melompat seperti atlit renang yang hendak menceburkan diri pertama kalinya ke kolam. Setelah itu, aksi pura-pura jatuh tadi dituntaskan dengan aksi pura-pura sakit. Padahal jegalan Monzon saat itu pun diragukan benar-benar menyentuh Klinsmann. Toh, taktik itu terbilang berhasil dan menyebabkan Monzon langsung dikartu merah oleh wasit.

Sampai saat ini, diperlukan kejelian wasit dalam memantau taktik ‘diving’. Lantaran, ini adalah taktik kotor yang paling sulit terlihat untuk mengakali kado tendangan bebas, tendangan penalti, sampai dengan sanksi kartu yang ditujukan kepada pemain lawan. Parahnya, banyak pula pelatih yang dengan sengaja melatih anak didiknya untuk melakukan ‘diving’ agar terlihat lebih riil dan tidak terkesan pura-pura oleh wasit.

Memang trik-trik kotor akan terus menjadi bayangan dari sportifitas permainan sepakbola. Misalkan saja, kiper yang dengan sengaja menendang kaki pemain lawan yang berada didekat mulut gawang, lalu melompat agar tidak terlihat telah menciderai pemain lawan. Ada pula yang sengaja mengganti pemain yang punya tenaga lebih fresh, pada menit-menit akhir pertandingan, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, Piala Dunia 1990 mengajarkan kita semua bahwa ujung dari sebuah pertandingan adalah siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah. Hanya saja, pada saat itu para pemain kebablasan mengaplikasikan trik-trik kotor mereka.

Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh FIFA untuk memberikan solusi untuk hal ini adalah menentukan besar hukuman yang harus dijatuhkan kepada pemain yang dengan sengaja melakukan trik kotor. Seperti halnya, saat Luis Suarez mencokot Giorgio Chiellini pada ajang Piala Dunia 2014 lalu. Dimana pada akhirnya Suarez diskors dari pertandingan Piala Dunia untuk selama beberapa pertandingan.

Apapun itu, sepakbola telah membuktikan bahwa olahraga tersebut bukanlah sekedar permainan. Para pemain akan mempertaruhkan apa saja dengan segeap jiwa dan raga untuk menjadi pemenang, seperti layaknya pejuang yang hendak berangkat ke medan perang.

Jadwal Bola 18-21 Juli 2017

Jadwal Bola 18-21 Juli 2017

Selasa, 18 Juli 2017

Euro Woman

01.45 WIB

Jerman vs Swedia

Soccer Channel

23.00 WIB

Austria vs Swiss

Soccer Channel

Liga 1

15.00 WIB

PSM Makassar vs Barito Putera

TV One / Festival

Rabu, 19 Juli 2017

Liga Premier Trofi Asia

17.00 WIB

West Brom vs Leicester City

Bein Sport 1

19.30 WIB

Liverpool vs Crystal Palace

Bein Sport 1

Liga 1

18.30 WIB

Sriwijaya FC vs Bali United

TV One / Festival

Kualifikasi Piala AFC U-23

16.00 WIB

Indonesia vs Malaysia

RCTI

Euro Woman

01.45 WIB

Prancis vs Islandia

Soccer Cannel

23.00 WIB

Spanyol vs Portugal

Soccer Cannel

Kamis, 20 Juli 2017

MLS

06.30 WIB

Montreal Impact vs Philadelphia Union

Bein Sport 1

06.30 WIB

New York City vs Toronto FC

Bein Sport 2

06.30 WIB

New York Red Bulls vs San Jose Earthquakes

Bein Sport 3

09.30 WIB

LA Galaxy vs Vancouver Whitecaps

Bein Sport 1

09.30 WIB

Seattle Sounders vs DC United

Bein Sport 2

09.30 WIB

Portland Timbers vs Real Salt Lake

Bein Sport 3

Euro Woman

01.45 WIB

Inggris vs Skotlandia

Soccer Cannel

23.00 WIB

Norwegia vs Belgia

Soccer Cannel

Jumat, 21 Juli 2017

Liga 1

15.00 WIB

Bhayangkara FC vs Mitra Kukar

TV One / Festival

18.30 WIB

Semen Padang vs Arema FC

TV One / Festival

*Jadwal didapat dari berbagai sumber dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan jadwal mendadak dari stasiun TV bukan tanggungjawab kami.

Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi

Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi
Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi

Merasa sudah punya susunan pemain yang oke di barisan depan, Bayern Munich pun sontak berpikir untuk mengurungkan niatnya mengincar Alexis Sanchez.

Sebelum tersiar berita ini, isu terkait Bayern yang sedang kesengsem berat untuk mengangkut juru gedor Arsenal FC itu memang santer beredar. Masa kerja Sanchez di Emirates Stadium yang cuma tinggal sisa setahun, dispekulasikan makin memperkuat kans Bayern untuk mendatangkan pemain timnas Chile itu. Apalagi, The Gunners pun juga gagal lolos ke Liga Champion untuk musim depan. Bayern dinilai punya nilai tawar yang sangat bagus untuk mengiming-imingi Sanchez terbang ke Bavaria.

Namun begitu, kekehnya Bayern untuk menggaet Sanchez dilandaskan atas kurangnya stok pemain pada lini depan mereka. Kendati mereka harus menerima konsekuensi nantinya, bahwa besaran gaji Sanchez bisa membuat manajemen garuk-garuk kepala. Saat merasa lini depan mereka sudah pas terdandani, Bayern pun kini jadi berpikir 2 kali untuk merekrut pesepakbola 29 tahun itu. Sekaligus, menstop perburuan penyerang pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Kesuksesan Bayern meminjam James Rodriguez dari Real Madrid selama 2 tahun lah, yang disinyalir merubah pikiran Bayern untuk membidik Sanchez.

“Saya rasa lini depan kami sudah oke. Kami sudah memutuskan untuk berhenti memburu penyerang baru”, tegas Karl Heinz Rummenigge, selaku Chairman klub saat ditemui oleh wartawan Kicker.

“Manajemen pun sudah memberikan sinyal kepada kami. Yaitu, untuk mengindari pengeluaran uang dengan jumlah yang tidak masuk akal”, sambung mantan gelandang yang dulu juga membela Bayern itu.

Sementara itu, spekulasi publik terhadap karir Sanchez di Arsenal belum berhenti seiring dengan berhentinya Bayern mengincar dirinya. Rumor baru pu sudah berhembus, kalau Manchester City juga jatuh hati untuk meminang pemain bernomor punggung 7 itu.

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Old Trafford MU
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Old Trafford MU

Definisi olahraga sepak bola

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Sepak bola merupakan suatu cabang olahraga yang menuntut pemainnya untuk mampu memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh, terkecuali tangan. Walapun secara mayoritas, kaki menjadi bagian tubuh utama yang digunakan untuk memainkan sepak bola.

Dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Dimana 11 pemain tersebut disebar untuk bersiaga di 4 area / barisan utama. Pemain yang bersiaga di area / barisan depan lapangan disebut dengan penyerang atau striker. Lalu, pemain yang bersiaga di area / barisan tengah disebut dengan gelandang. Ketiga adalah bek, yakni pemain yang bersiaga di area / barisan belakang lapangan. Terakhir adalah area gawang yang dijaga oleh kiper atau penjaga gawang.

Detail dan ukuran resmi lapangan sepak bola yang diakui FIFA 

Adapun lapangan yang digunakan untuk pertandingan sepak bola resmi, harus memiliki standar resmi ukuran lapangan sepak bola yang sudah diakui oleh FIFA (organisasi tertinggi sepak bola di dunia). Berikut adalah detail lapangan berserta ukurannya.

Gambar detail lapangan

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Detail Lapangan
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Detail Lapangan

Gambar detail ukuran lapangan

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Ukuran Lapangan
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Ukuran Lapangan

Standar ukuran lapangan sepak bola sendiri terbagi menjadi 2, yaitu standar nasional untuk mengadakan pertandingan level dalam negeri dan standar internasional untuk digunakan pada saat event besar yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara-negara di dunia.

Standar resmi ukuran lapangan sepak bola untuk level nasional memiliki ukuran panjang maks. 120m dan min. 90m. Sementara untuk ukuran lebar lapangan, memiliki ukuran maks. 90 m dan min. 45m. Radius lingkaran kick off yang terpusat di tengah lapangan sepak bola versi nasional sendiri adalah sebesar 9.15m, lalu memiliki kotak gawang dengan ukuran tinggi 18.30m x lebar 5.5m, dan mempunyai kotak penalti yang berada didepan gawang seluas 40.3m x 16.5m.

Sementara itu, standar resmi lapangan sepakbola untuk level internasional memilki ukuran yang lebih luas daripada lapangan sepak bola yang dipakai di lokal. Memiliki ukuran panjang sebesar 100m sampai 110m dan lebar 64m hingga 75m. Untuk kotak gawangnya sendiri berukuran 2.44m x lebar 7.32m Sedangkan untuk luas area penalti, memiliki ukuran yang sama saja dengan standar resmi lapangan sepak bola berlevel nasional.

Walau mengacu pada standar ukuran resmi yang sudah dijelaskan diatas, ukuran lapangan sepak bola yang ada didalam stadion-stadion terkenal di dunia pun sangat beragam. Seperti halnya dibawah ini.

Stadion Old Trafford dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Stadion Anfield dengan ukuran panjang 101m dan lebar 68m
Santiago Bernabeu dengan ukuran panjang 108m dan lebar 72m
Camp Nou dengan ukuran panjang 106m dan lebar 70m
San Siro dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Juventus Stadium dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Allianz Arena dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Amsterdam Arena dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Parc des Princes dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m

Hampir pada semua lapangan sepak bola, kondisi permukaannya sama sekali tidak diperbolehkan untuk tidak rata dan bergelombang. Berdasarkam informasi yang diperoleh dari FIFA, ada 2 cara untuk membangun permukaan tersebut. Yaitu, dengan menggunakan permukaan alami maupun permukaan buatan. Demikian informasi singkat terkait standar resmi ukuran lapangan sepak bola yang sudah diakui oleh FIFA.

Jadwal Bola 15-17 Juli 2017

Jadwal Bola 15-17 Juli 2017

Sabtu, 15 Juli 2017

Piala Emas Concacaf

06.30 WIB

Kosta Rika vs Guyana Prancis

Soccer Channel

09.00 WIB

Kanada vs Honduras

Soccer Channel

Piala AFF U-15 ‘17

16.00 WIB

Laos vs Indonesia

Global TV / Soccer Channel

Liga Super China

18.30 WIB

Guangzhou Evergrande vs Shandong Luneng

Soccer Channel

Liga 1

18.30 WIB

Mitra Kukar vs Persib Bandung

TV One / Festival

Minggu, 16 Juli 2017

Piala Emas Concacaf

03.30 WIB

Panama vs Martinik

Soccer Channel

06.00 WIB

Nikaragua vs Amerika Serikat

Soccer Channel

Liga 1

15.00 WIB

Persija Jakarta vs Borneo FC

TV One / Festival

18.30 WIB

Arema FC vs Persipura Jayapura

TV One / Festival

Liga Super China

18.30 WIB

Tianjin Quanjian vs Shanghai Shenhua

Soccer Cannel

Euro Woman

23.00 WIB

Belanda vs Norwegia

Soccer Cannel

Senin, 17 Juli 2017

Liga 1

15.00 WIB

Persela Lamongan vs Bhayangkara FC

TV One / Festival

*Jadwal didapat dari berbagai sumber dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan jadwal mendadak dari stasiun TV bukan tanggungjawab kami.

Bhayangkara Hajar Madura 2-1

Bhayangkara Hajar Madura 2-1
Bhayangkara Hajar Madura 2-1

Tampil di laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka minggu ke 14, Bhayangkara FC sukses menghajar Madura United 2 – 1. Walau pada awalnya mereka sempat dibantai terlebih dahulu, pada akhirnya klub besutan Simon McMenemy itu mampu membalikkan keadaan yang berujung pada kemenangan.

Pada laga yang dilangsungkan sore tadi (Kamis, 13 / 7 / 2017) di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi, Bhayangkara langsung ditekan dari sejak memulai laga. Tak sanggup menahan gempuran dari Madura, akhirnya mereka harus ikhlas dibolongi gawangnya pada menit-menit menjelang sesi turun minum. Adalah Peter Odemwingie yang berhasil membongkar penjagaan kiper Awan Setho dan menggetarkan papan skor menjadi 1 – 0.

Tak senang gawangnya dikoyak, Bhayangkara pun berupaya memberikan balasan di babak 2. Jerih payah mereka pun tidak sia-sia, Alsan Sanda berhasil mendonasi 1 angka setelah melesakkan si kulit bundar ke gawang Laskar Sapeh Kerab. Kedudukan pun lantas berubah menjadi imbang 1 – 1, pada menit ke 72. 11 menit kemudian, Bhayangkara menggenjot lebih keras untuk memaksimalkan balasan yang sudah kepalang tanggung. Alhasil Ilham Udin Armayn dengan jeli mampu mengambil kesempatan bikin gol, usai sempat terjadi kisut di depan gawang Madura. Selebihnya, keunggulan 2 – 1 yang berhasil dibalikkan oleh Bhayangkara tetap bertahan hingga wasit meniup pluit tanda duel harus bubar.

Dengan kemenangan tersebut, Bhayangkara pun berhak mendapat surplus 3 poin dan menclok ke ranking 5 dengan total saldo sementara 24 poin. Sedangkan sebagai pihak yang kalah, Madura masih mampet di urutan 2 dengan koleksi 25 poin. Mereka juga gagal menggeser posisi PSM Makassar, yang kini masih merajai klasemen sementara Liga 1. Dimana, koleksi poin PSM hanya terpaut tipis 1 angka saja dari Madura.