Dinyatakan Lolos ke Piala Dunia 2018, Timnas Iran Disambut Meriah Warganya

Dinyatakan Lolos ke Piala Dunia 2018, Timnas Iran Disambut Meriah Warganya
Dinyatakan Lolos ke Piala Dunia 2018, Timnas Iran Disambut Meriah Warganya

Keberhasilan timnas Iran menghajar telak timnas Uzbekistan 2 – 0 pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 untuk zona Asia, menjadi karcis masuk mereka untuk berpartisipasi di Rusia. Tidak hanya itu, tim Melli juga menjadi kontingen Asia pertama yang sudah dipastikan berlaga di turnamen Piala Dunia 2018 Rusia.

Saat menyambut tim tamu di Tehran, Sardar Azmoun serta Mehdi Taremi menjadi pahlawan yang berhasil mengoyak jala Uzbekistan. Dengan tambahan 3 poin yang diraih dari kemenangan tersebut, timnas besutan Carlos Queiroz itu juga berhasil mengukuhkan posisi mereka sebagai raja klasemen di Grup A. Dimana, mereka membalap Korea Selatan yang selalu membayangi mereka di ranking 2 dengan saldo 7 poin lebih sedikit. Hebatnya lagi, Iran belum pernah dibobol sama sekali dari 8 kesempatan berlaga yang diikutinya selama fase kualifikasi.

Dengan begitu, Piala Dunia tahun depan yang dilangsungkan di Negeri Tirai Besi menjadi kompetisi Piala Dunia timnas Iran yang kelima kalinya.

Atas apa yang telah dicapai oleh timnasnya, seluruh warga Iran pun menyambut kabar gembira tersebut dengan penuh sukacita.

“Kami bangga dengan kalian (para pemain timnas Iran). Selamat atas keberhasilannya masuk ke Piala Dunia 2018 Rusia. Kami semua tidak akan pernah putus memberikan dukungan”, ujar Hassan Rouhani, Presiden Iran yang dicuitkan melalui akun Twitter pribadinya.

Disisi lain, ribuan pencinta sepakbola di Tehran pun meramaikan suasana gembira dengan turun ke jalanan. Mereka meneriakkan yel yel timnas mereka sambil menari-nari. Sebagian ada pula yang beramai-ramai membunyikan klakson mobil. Semua warga pun pada akhirnya berbondong-bondong menonton aksi sorak sorai itu, layaknya tengah menyaksikan sebuah acara festival karnaval.

Sejatinya, timnas penyabet 3 trofi Piala Asia itu masih menyisakan 2 laga hingga fase kualifikasi Piala Dunia 2018 tuntas. Yakni, laga kontra Korea Selatan dan juga Suriah. Namun apapun hasil dari kedua laga lanjutan tersebut, Iran tetap sudah dinyatakan lolos masuk ke event sepakbola akbar 4 tahunan itu.

“Apapun hasilnya pada 2 laga sisa nanti, tidak akan ada yang berpengaruh pada langkah kami ke Piala Dunia Rusia tahun depan. Kami sudah resmi lolos dengan pencapaian angka kami selama mengarungi babak kualifikasi”, papar kapten tim, Ashkan Dejagah.

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990
Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990

Awal terjadinya revolusi Piala Dunia

Piala Dunia tahun 1990 bisa dikatakan sebagai turnamen Piala Dunia yang paling buruk dalam catatan sejarah. Namun begitu, buruknya event 4 tahunan itu justru mendorong sebuah revolusi tersendiri di kancah sepakbola.

Popularitas Piala Dunia memang selalu mencuri perhatian seluruh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan event besar seperti Olimpiade yang mengikutsertakan 200 kontingen dari seluruh dunia pun, masih kalah gaungnya dibanding dengan Piala Dunia.

Kendati begitu, Piala Dunia pun wajar seperti hal lainnya. Yakni, punya atau pernah mengalami masa-masa terbaik maupun saat-saat terburuk dalam perjalanannya. Setiap 4 tahun sekali, selalu muncul nama-nama yang dijadikan sebagai idola baru. Disaat yang bersamaan, juga acapkali muncul insiden-insiden yang kurang sedap didengar. Seperti halnya yang terjadi pada babak final Piala Dunia tahun 2006. Kala itu, Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi yang bermuara pada sanksi kartu merah. Aksi pelanggaran yang dilakukan oleh gelandang serang Timnas Ayam Jantan itu pun, sekaligus menjadi sebuah sinyal. Bahwa karir sepakbolanya sedang menuju titik akhir.

Selain insiden yang terjadi pada tahun 2006, ada pula hal yang menjadi drama pada tahun 1990. Dimana Piala Dunia yang digelar di Italia pada tahun 1990 itu, tercatat sebagai ajang Piala Dunia terburuk selama ini.

Pada tahun 1990, rekor gol di sepanjang turnamen Piala Dunia berjalan hanya sebanyak 115 gol saja. Atau bila diambil angka gol per pertandingan, menjadi 2,21 gol per laga saja. Tentu saja, angka ini menjadi catatan angka paling rendah sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia. Mempertontonkan laga di putaran grup yang sangat miskin gol dan 2 laga semi final yang selalu berujung pada sesi adu penalti, memberikan indikasi bahwa hampir semua kontingen tampil sangat buruk pada masa itu. Malahan, keparahannya justru semakin terlihat jelas pada putaran final yang mempertemukan timnas Jerman Barat (yang saat ini menjadi Jerman) dengan timnas Argentina.

Cerita dibalik buruknya partai final Piala Dunia 1990

Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990_2
Revolusi Piala Dunia Dimulai Tahun 1990_2

Seperti yang sudah diketahui oleh para pencinta sepakbola di dunia, persaingan panjang antara Jerman dengan Argentina memang sudah terjadi sejak lama. Tak heran kalau partai yang mempertemukan 2 seteru tersebut, tadinya menjadi tontonan yang amat ditunggu-tunggu oleh masyarakat pencinta sepakbola di seluruh dunia. Namun sayangnya, kenyataan harus berkata lain. Duel tersebut berada jauh diluar ekspektasi para penonton sebelumnya.

Laga puncak tersebut, pada akhirnya dimenangkan secara tipis 1 – 0 oleh Jerman. Tadinya, penonton mengharap akan ada hujan gol yang membanjiri laga tersebut. Tapi justru yang ditampilkan malah hujan pelanggaran dan sanksi kartu. Argentina pun benar-benar memperlihatkan penampilan terburuknya kala itu, yakni hanya mampu melesatkan 1 shot yang itu pun tidak dinilai sebagai tembakan tertarget. Sementara lawannya, Jerman melakukan attempt sebanyak 23 kali, dengan 16 shot diantaranya yang on target.

Gol baru pecah, saat laga memasuki menit ke 85. Saat tu, Andreas Brehme berhasil menyarangkan si kulit bundar dari titik putih. Kendati begitu, gol tersebut lahir dari pelanggaran yang dilakukan oleh Roberto Sensini terhadap Rudi Voller.

Pada duel final tersebut, Argentina sampai harus mengorbankan 2 pemainnya. Dalam perjalanan Piala Dunia selama ini, Pedro Monzon menjadi pesepakbola pertama yang ditodong kartu merah di babak final. Selain itu, Argentina juga menjadi negara pertama yang absen bikin gol di fase final Piala Dunia selama ini.

Drama ternyata tidak berakhir sampai laga Jerman vs Argentina mencapai menit puncaknya yang ke 120. Selepas bertanding, Edgardo Codesal, selaku wasit asal Meksiko yang memimpin pertandingan kala itu langsung dihadang para pemain Argentina. Pasalnya, Codesal dianggap membantu Jerman untuk lolos sebagai penyabet trofi. Kemarahan mereka didasari oleh keputusan hadiah penalti yang diberikan untuk Jerman, pada menit ke 85. Ditengah amukan para pemain Argentina, toh wasit tetap kekeh untuk mengaminkan Jerman menjadi juara dunia yang ke-3 kalinya.

Franz Beckenbauer sontak menjadi satu-satunya tokoh yang dulunya sukses menjuarai Piala Dunia saat masih menjadi pemain timnas Jerman, dan sukses membawa timnya menjadi juara saat menjabat sebagai pelatih Timnas Panser.

Usai membawa timnya menggasak piala, Beckenbauer mengatakan bahwa Argentina tidak perlu marah atas kekalahan tersebut. Hal itu justru disebabkan oleh cara bermain mereka yang negatif dan kasar.

“Karena tidak mampu menyamakan dominasi kami sejak awal, cara bermain mereka (Argentina) mendadak jadi kasar sepanjang pertandingan. Untungnya kami tidak termakan emosi dan tetap bermain dengan sabar. Toh, akhirnya kesabaran tersebut membuahkan angka yang berujung pada kemenangan kami”, papar Beckenbauer saat disambangi oleh New York Times.

Hujan pelanggaran yang terjadi pada laga Jerman vs Argentina mengusik FIFA untuk meningkatkan kualitas pertandingan sepakbola

Menyaksikan polemik diving yang terjadi pada partai final Piala Dunia tahun 1990, mendorong FIFA untuk berbenah. Organisasi tertinggi sepakbola dunia tersebut memutuskan untuk meningkatkan standar pertandingan sepakbola, supaya menjadi lebih baik kedepannya. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah merubah poin kemenangan yang sebelumnya 2 poin menjadi 3 poin. Dasar perubahan ini dimaksud FIFA untuk meningkatkan motivasi tim yang bertanding untuk mengantongi ‘full poin’.

Selain soal poin, FIFA juga mengadakan peraturan ‘backpass’. Ini dimaksudkan untuk mencegah akal-akalan mengulur waktu selama bertanding. Sebelum peraturan ini diberlakukan, memang banyak tim peserta yang sengaja mengulur waktu dengan berlama-lama menguasai bola. Termasuk mengembalikan bola ke kiper dengan frekuensi yang relatif sering. Hal ‘stalling’ tersebut dilakukan mereka, lantaran mengalami kesulitan untuk merangsek ke sistem pertahanan lawan.

Dengan cara bermain seperti itu, tentu saja pertandingan sepakbola akan menjadi tontonan yang sangat membosankan dan mengecewakan. Sehingga tidak pantas dipertontonkan di ajang sepakbola paling akbar seperti Piala Dunia.

Cara kerja peraturan ‘backpass’ sendiri adalah melarang seorang pemain yang dengan sengaja mengembalikan bola ke kiper setelah melakukan tendangan gawang, untuk ditangkap lagi dengan tangan. Hal ini juga berlaku apabila pemain mendapat jatah lemparan kedalam dan tendangan bebas. Kiper setim dilarang menerimanya dengan menggunakan tangan.

Taktik kotor lainnya yang acapkali dilakukan oleh pemain adalah berpura-pura jatuh atau yang lebih populer dengan nama ‘diving’. Dimana cara bermain negatif ini paling banyak ditemukan pada saat Piala Dunia digelar tahun 1990. Kendati Jerman yang saat itu berhasil keluar sebagi juara, mereka dinilai sebagai tim yang paling sering menggunakan taktik ini. Taktik ini pula lah yang disinyalir berhasil mengusir keluar Pedro Monzon pada partai final. Sekaligus, membuahkan kado tendangan penalti yang menjadi penentu kemenangan Jerman kala itu.

Sesuai yang dimuat di Guardian, Klinsmann pada saat itu dengan sengaja melompat seperti atlit renang yang hendak menceburkan diri pertama kalinya ke kolam. Setelah itu, aksi pura-pura jatuh tadi dituntaskan dengan aksi pura-pura sakit. Padahal jegalan Monzon saat itu pun diragukan benar-benar menyentuh Klinsmann. Toh, taktik itu terbilang berhasil dan menyebabkan Monzon langsung dikartu merah oleh wasit.

Sampai saat ini, diperlukan kejelian wasit dalam memantau taktik ‘diving’. Lantaran, ini adalah taktik kotor yang paling sulit terlihat untuk mengakali kado tendangan bebas, tendangan penalti, sampai dengan sanksi kartu yang ditujukan kepada pemain lawan. Parahnya, banyak pula pelatih yang dengan sengaja melatih anak didiknya untuk melakukan ‘diving’ agar terlihat lebih riil dan tidak terkesan pura-pura oleh wasit.

Memang trik-trik kotor akan terus menjadi bayangan dari sportifitas permainan sepakbola. Misalkan saja, kiper yang dengan sengaja menendang kaki pemain lawan yang berada didekat mulut gawang, lalu melompat agar tidak terlihat telah menciderai pemain lawan. Ada pula yang sengaja mengganti pemain yang punya tenaga lebih fresh, pada menit-menit akhir pertandingan, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, Piala Dunia 1990 mengajarkan kita semua bahwa ujung dari sebuah pertandingan adalah siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah. Hanya saja, pada saat itu para pemain kebablasan mengaplikasikan trik-trik kotor mereka.

Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh FIFA untuk memberikan solusi untuk hal ini adalah menentukan besar hukuman yang harus dijatuhkan kepada pemain yang dengan sengaja melakukan trik kotor. Seperti halnya, saat Luis Suarez mencokot Giorgio Chiellini pada ajang Piala Dunia 2014 lalu. Dimana pada akhirnya Suarez diskors dari pertandingan Piala Dunia untuk selama beberapa pertandingan.

Apapun itu, sepakbola telah membuktikan bahwa olahraga tersebut bukanlah sekedar permainan. Para pemain akan mempertaruhkan apa saja dengan segeap jiwa dan raga untuk menjadi pemenang, seperti layaknya pejuang yang hendak berangkat ke medan perang.

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Old Trafford MU
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Old Trafford MU

Definisi olahraga sepak bola

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Sepak bola merupakan suatu cabang olahraga yang menuntut pemainnya untuk mampu memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh, terkecuali tangan. Walapun secara mayoritas, kaki menjadi bagian tubuh utama yang digunakan untuk memainkan sepak bola.

Dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Dimana 11 pemain tersebut disebar untuk bersiaga di 4 area / barisan utama. Pemain yang bersiaga di area / barisan depan lapangan disebut dengan penyerang atau striker. Lalu, pemain yang bersiaga di area / barisan tengah disebut dengan gelandang. Ketiga adalah bek, yakni pemain yang bersiaga di area / barisan belakang lapangan. Terakhir adalah area gawang yang dijaga oleh kiper atau penjaga gawang.

Detail dan ukuran resmi lapangan sepak bola yang diakui FIFA 

Adapun lapangan yang digunakan untuk pertandingan sepak bola resmi, harus memiliki standar resmi ukuran lapangan sepak bola yang sudah diakui oleh FIFA (organisasi tertinggi sepak bola di dunia). Berikut adalah detail lapangan berserta ukurannya.

Gambar detail lapangan

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Detail Lapangan
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Detail Lapangan

Gambar detail ukuran lapangan

Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA - Ukuran Lapangan
Standar Resmi Ukuran Lapangan Sepak Bola yang Diakui FIFA – Ukuran Lapangan

Standar ukuran lapangan sepak bola sendiri terbagi menjadi 2, yaitu standar nasional untuk mengadakan pertandingan level dalam negeri dan standar internasional untuk digunakan pada saat event besar yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara-negara di dunia.

Standar resmi ukuran lapangan sepak bola untuk level nasional memiliki ukuran panjang maks. 120m dan min. 90m. Sementara untuk ukuran lebar lapangan, memiliki ukuran maks. 90 m dan min. 45m. Radius lingkaran kick off yang terpusat di tengah lapangan sepak bola versi nasional sendiri adalah sebesar 9.15m, lalu memiliki kotak gawang dengan ukuran tinggi 18.30m x lebar 5.5m, dan mempunyai kotak penalti yang berada didepan gawang seluas 40.3m x 16.5m.

Sementara itu, standar resmi lapangan sepakbola untuk level internasional memilki ukuran yang lebih luas daripada lapangan sepak bola yang dipakai di lokal. Memiliki ukuran panjang sebesar 100m sampai 110m dan lebar 64m hingga 75m. Untuk kotak gawangnya sendiri berukuran 2.44m x lebar 7.32m Sedangkan untuk luas area penalti, memiliki ukuran yang sama saja dengan standar resmi lapangan sepak bola berlevel nasional.

Walau mengacu pada standar ukuran resmi yang sudah dijelaskan diatas, ukuran lapangan sepak bola yang ada didalam stadion-stadion terkenal di dunia pun sangat beragam. Seperti halnya dibawah ini.

Stadion Old Trafford dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Stadion Anfield dengan ukuran panjang 101m dan lebar 68m
Santiago Bernabeu dengan ukuran panjang 108m dan lebar 72m
Camp Nou dengan ukuran panjang 106m dan lebar 70m
San Siro dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Juventus Stadium dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Allianz Arena dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Amsterdam Arena dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m
Parc des Princes dengan ukuran panjang 105m dan lebar 68m

Hampir pada semua lapangan sepak bola, kondisi permukaannya sama sekali tidak diperbolehkan untuk tidak rata dan bergelombang. Berdasarkam informasi yang diperoleh dari FIFA, ada 2 cara untuk membangun permukaan tersebut. Yaitu, dengan menggunakan permukaan alami maupun permukaan buatan. Demikian informasi singkat terkait standar resmi ukuran lapangan sepak bola yang sudah diakui oleh FIFA.

Jurus Ampuh Menangkan Taruhan Bola Online di SBOBET

Tampilan Situs Taruhan Bola Online SBOBET
Tampilan Situs Taruhan Bola Online SBOBET

Apa itu situs taruhan bola online SBOBET?

Bagi yang belum pernah mendengar sebelumnya, SBOBET merupakan agen taruhan bola online bertaraf internasional. Menyandang predikat sebagai agen taruhan bola yang terkenal diseluruh dunia, maka keamanannya pun bisa dipercaya. Selain soal keamanan yang terjamin, SBOBET juga memiliki sistem manajemen judi yang terbilang sangat apik. Alhasil, banyak bettors yang tidak cuma berasal dari Indonesia saja yang tertarik untuk join dan bermain disana. Namun juga para pemain yang berasal dari benua Amerika dan Eropa, juga gemar mengunjunginya untuk bertaruh di website judi online terbesar di kawasan Asia tersebut.

Jika Anda termasuk salah satu bettor yang gemar mengunjungi situs taruhan bola online, rasanya tidak salah untuk membaca tips-tips yang diberikan oleh Bola 36. Setelah membaca jurus-jurus ampuh ini, dijamin memenangkan jutaan Dollar di SBOBET bukan lagi menjadi sebuah hal yang mustahil.

Untuk memulai taruhan bola online di SBOBET, sebaiknya Anda mengetahui dulu secara rinci bagaimana sistem bermainnya. Termasuk sejumlah terminologi yang umum dipakai bettors dan bandar untuk melakukan taruhan. Diantaranya adalah handicap, over under, 1 x 2, ganjil genap, correct score, dan juga total gol.

Metode yang paling sering dipakai saat bertaruh

Metode yang paling sering dipakai adalah handicap. Maksudnya handicap adalah siapa yang mempunyai angka kelipatan tinggi, saat memenangkan taruhan. Kunci kemenangan metode handicap adalah bisa menganalisa voor dengan seksama. Sebab dengan melihat angka voor yang ada dengan teliti, maka Anda bisa mendapatkan perkiraan hasil pertandingan yang akan berakhir dengan kemenangan atau imbang. Jika Anda memasang bet pada voor yang tepat, tentu saja jutaan Dollar bisa langsung membanjiri rekening Anda.

Berikut keterangan tentang voor yang harus Anda ketahui sebelum melakukan taruhan bola online.

– Seperempat bola nilainya sama dengan 0 – 0,5
– Setengah bola sama nilainya dengan 0,5
– Tiga perempat bola sama nilainya dengan 0,5 – 1
– Satu bola sama penilainya dengan 1 – 0
– Satu seperempat bola sama penilainya dengan 1 – 1,5
– Satu setengah bola sama penilainya dengan 1,5
dan masih banyak lagi.

Nah dari keterangan voor tersebut, Anda bisa langsung mengamati mana tim yang memberi voor dan mana yang di- voor. Dengan demikian Anda bisa langsung memantapkan hati untuk memasang taruhan yang tepat. Semakin banyak Anda bertaruh di situs taruhan bola online, tentunya peluang untuk meraup banyak Dollar semakin besar. Selamat mencoba, bettors.

Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang

Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang
Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang

Giovane Elber mengaku lebih enjoy jadi duta Bayern Munich

Salah satu legenda Bayern Munich, Giovane Elber sejatinya terus didesak oleh fans untuk bisa membagikan ilmu sepakbolanya kepada para pemain muda di klub asal Jerman itu. Namun begitu, pria asal Brazil itu bilang kalau dirinya lebih menikmati pekerjaanya menjadi duta dari klub yang sudah dibelanya dari tahun 1997 hingga 2003.

Pernyataan tersebut langsung dilontarkannya, saat mengunjungi Jakarta, Indonesia akhir pekan lalu (Sabtu, 8 / 7 / 2017). Kunjungannya ke Ibu Kota sendiri bertujuan untuk memberikan ‘coaching clinic’ kepada peminat sepakbola usia remaja di Indonesia. Acara yang di sponsori oleh Allianz tersebut bertajuk Allianz Junior Fottball Camp 2017 dan diselenggarakan di lapangan sepakbola Bhayangkara.

Sesaat sebelum memberikan pelatihan, sejumlah kawan media menghampiri Elber dan mempertanyakan kenapa dirinya tidak menjadi pelatih saja di Bayern. Mantan bomber asal Brazil itu pun tak sungkan untuk memberikan jawabannya.

Pertimbangan Elber, kenapa dirinya lebih suka menjadi brand ambassador dibanding jadi pelatih

“Bukan berarti karena skill kita yang tinggi, kita bisa lantas langsung jadi pelatih. Pelatih sama halnya dengan pemain, ada faktor hoki. Kalau hoki dan bagus, maka akan dipakai terus oleh klub. Kalau sedang tidak hoki, maka harus siap-siap dipecat”, ujarnya yang disambangi wartawan saat sedang menyantap makan siangnya sebelum seminar.

“Saya lebih tertarik menjadi duta, karena dengan begitu saya sudah pasti akan bisa bertemu fans kapan saja dan dimana saja di seluruh belahan dunia manapun. Termasuk juga para fans Bayern di Indonesia”, imbuh pria 44 tahun itu lagi.

Elber memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2006 silam, saat berseragamkan Cruzeiro. Selain Bayern dan Cruzeiro, klub-klub yang pernah dibelanya antara lain adalah Milan (era 1990 – 1994), lalu Grasshopper (era 1991 – 1994), VfB Stuttgart (era 1994 – 1997), dan Lyon (era 2003 – 2005). Selepas pensiun, dirinya pun dipercaya Bayern menjadi Brand Ambassador klub.

Passion Elber dalam menjalankan profesinya sekarang, betul-betul ditunjukkannya saat meladeni fans dengan sepenuh hati. Mulai dari berdiskusi soal teknik sampai soal foto selfie dengah para fans di Indonesia.

“Kalau kita mencintai pekerjaan kita, tidak akan ada kata lelah”, ujarnya sambil tersenyum.

Setelah mengadakan klinik pelatihan sepakbola di Indonesia, jadwal Elber berikutnya adalah terbang ke Singapura untuk agenda kegiatan yang sama.

Paulinho Masa Bodo Potong Gaji, Asal Bisa Main di Barca

Paulinho Masa Bodo Potong Gaji, Asal Bisa Main di Barca
Paulinho Masa Bodo Potong Gaji, Asal Bisa Main di Barca

“Masa bodo gaji kecil, yang penting main di Barca!”, kata Paulinho

Mengendap keinginan yang menggebu-gebu untuk bisa bermain di Barcelona, Paulinho pun rela jika mendapat bayaran yang lebih kecil daripada di Guangzhou Evergrande.

Dari informasi yang diperoleh wartawan, Barca disinyalir sudah menyiapkan dana sebesar 20,000,000 Euro untuk menciduk gelandang kelahiran Brazil berumur 28 tahun itu. Namun begitu, Evergrande emoh untuk melepas pemainnya yang baru diperpanjang kontraknya hingga tahun 2020 itu.

Merasa dihalang-halangi untuk terbang ke Camp Nou, Paulinho pun tak sungkan untuk berbicara langsung kepada Presiden klubnya, Xu Jiayin.

“Saya mau Presiden klub bisa menyelesaikan ini segera. Saya benar-benar mau pindah ke Barca. Hingga saat ini pun, keinginan itu tidak bisa lepas dari saya”, terang Paulinho yang dimuat di ESPN FC.

“Saya juga sudah berbicara dengan agen saya, supaya bisa menyelesaikan masalah ini sebelum bursa transfer di China tutup. Soalnya kan Evergrande juga harus memikirkan pengganti saya”, tambahnya lagi.

Alih-alih sangat ingin bermain di Catalan, Paulinho sudah mendeklarasikan kalau dirinya oke-oke saja mendapat gaji yang lebih rendah disana. Berdasarkan informasi, Paulinho digaji Evergrande sebesar 5,500,000 Euro per tahunnya.

Pertimbangan Paulinho memilih Barca

“Buat saya itu bukan nominal gaji yang penting, melainkan kesempatannya. Dulu waktu saya masih bermain di Corinthians pada tahun 2011, saya juga tidak mengiyakan tawaran dari klub asal Rusia. Padahal, saya ditawarkan gaji yang besarnya 10 kali lipat dari gaji saya pada saat itu di Brazil. Gaji bisa naik dengan sendirinya kalau memang kita profesional dan bermain dengan bagus, tapi belum tentu kesempatan diajak Barca datang 2 kali. Itu ‘concern’ saya”, tegas Paulinho.

“Barca merupakan salah satu klub terbesar di Eropa. Bisa bermain disana merupakan pencapaian karir yang luar biasa bagi seorang pemain. Saya rasa semua pemain juga akan setuju dengan saya. Pemain mana sih yang tidak mau berkembang karir sepakbolanya?”, imbuhnya sambil memuji Blaugrana.

“Lagipula, bermain sepakbola itu butuh kebahagiaan. Permainan akan menjadi cantik, kalau hati kita memang buat klub yang ingin kita bela”, tuntas Paulinho menuntaskan wawancaranya dengan wartawan.

Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan

Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan
Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan

Ternyata sosok Harry Kane bukan cuma ahli soal gol, tapi juga soal bikin aksi romantis di percintaan. Berniat untuk membuat impresi, juru gedor Tottenham Hotspur itu melamar Katie Goodland, kekasihnya saat liburan musim panas.

Bersama The Lily Whites, Kane bisa dibilang menuntaskan musim 2016 / 2017 dengan oke. Pertama, ia berhasil membawa klubnya finish di posisi runner up. Lalu dengan mempersembahkan 29 gol untuk Hotspur, Kane pun sontak dinobatkan sebagai pencetak angka terbanyak Liga Premier musim lalu.

Sebagai bentuk perayaan kesuksesannya di musim lalu, pemain timnas Inggris itu pun mengajak kekasih dan putri tunggalnya yang lahir pada 8 Januari 2017 silam, Ivy Jane Kane ke Nassau, Bahamas. Namun, momen mengejutkan dan romantis terjadi saat Katie tengah berdiri berdua bersama Kane di pinggir pantai pasir putih. Tiba-tiba Kane berlutut didepan Katie dan menyodorkan cincin, untuk melamarnya sebagai tunangan.

Momen romantis dengan kekasih yang sudah dikenalnya sejak usianya masih kanak-kanak itu pun, juga diupload Kane di akun Instagram -nya. Dengan caption, ‘Dia mengatakan, ya!’, foto dirinya tengah berlutut melamar Katie pun sontak tersebar di Internet. Salah satu netizen pun mereply dengan kalimat ‘Semoga kalian menjadi pasangan yang berbahagia selamanya’.