Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris

Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris
Ezra Walian Mau Pindah ke Inggris

Salah satu penggawa timnas Indonesia, Ezra Walian, kini sedang berada di titik perpindahan ke Liga Inggris. Saat ini santer diberitakan, kalau jong Belanda itu sedang menantikan sodoran kontrak secara resmi dari Bolton Wanderers. Usai pekan lalu melakoni trial bersama klub asal Inggris tersebut.

Saat ini Ezra memang sedang memiliki status pemain tanpa klub, setelah Azax Amsterdam emoh memperpanjang kontrak kerjanya yang habis pada bulan Juni 2017. Untuk mencari pengalaman dan tantangan baru, bomber 19 tahun itu pun berniat untuk terbang ke Inggris.

Kabarnya, Bolton puas dengan performa Ezra saat melakukan trial bersama klub di League One. Ezra dinilai mampu bersaing dengan pemain-pemain berpotensi lainnya di ajang kompetisi tersebut.

“Pas trial sih, Bolton bilang puas dengan Ezra. Mudah-mudahan bisa lolos kualifikasi dan langsung dikontrak”, ungkap agensi Ezra, Wide Putra.

Sembari menunggu hasil keputusan Bolton, Ezra saat ini tengah sibuk mengembalikan kondisi fisiknya lagi. Setelah bulan lalu sempat jatuh sakit ynag disebabkan oleh bakteri salmonella.

“Ya selama masih belum bermain secara resmi, dia (Ezra) kerjanya latihan sendiri terus. Biar ga kendor, kalau kata dia”, ujar Wide lagi.

Kabar terakhir, Ezra bakal kembali bergabung dengan timnas Garuda untuk menjalani latihan bersama pada tanggal 5 Agustus mendatang.

Bhayangkara Hajar Madura 2-1

Bhayangkara Hajar Madura 2-1
Bhayangkara Hajar Madura 2-1

Tampil di laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka minggu ke 14, Bhayangkara FC sukses menghajar Madura United 2 – 1. Walau pada awalnya mereka sempat dibantai terlebih dahulu, pada akhirnya klub besutan Simon McMenemy itu mampu membalikkan keadaan yang berujung pada kemenangan.

Pada laga yang dilangsungkan sore tadi (Kamis, 13 / 7 / 2017) di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi, Bhayangkara langsung ditekan dari sejak memulai laga. Tak sanggup menahan gempuran dari Madura, akhirnya mereka harus ikhlas dibolongi gawangnya pada menit-menit menjelang sesi turun minum. Adalah Peter Odemwingie yang berhasil membongkar penjagaan kiper Awan Setho dan menggetarkan papan skor menjadi 1 – 0.

Tak senang gawangnya dikoyak, Bhayangkara pun berupaya memberikan balasan di babak 2. Jerih payah mereka pun tidak sia-sia, Alsan Sanda berhasil mendonasi 1 angka setelah melesakkan si kulit bundar ke gawang Laskar Sapeh Kerab. Kedudukan pun lantas berubah menjadi imbang 1 – 1, pada menit ke 72. 11 menit kemudian, Bhayangkara menggenjot lebih keras untuk memaksimalkan balasan yang sudah kepalang tanggung. Alhasil Ilham Udin Armayn dengan jeli mampu mengambil kesempatan bikin gol, usai sempat terjadi kisut di depan gawang Madura. Selebihnya, keunggulan 2 – 1 yang berhasil dibalikkan oleh Bhayangkara tetap bertahan hingga wasit meniup pluit tanda duel harus bubar.

Dengan kemenangan tersebut, Bhayangkara pun berhak mendapat surplus 3 poin dan menclok ke ranking 5 dengan total saldo sementara 24 poin. Sedangkan sebagai pihak yang kalah, Madura masih mampet di urutan 2 dengan koleksi 25 poin. Mereka juga gagal menggeser posisi PSM Makassar, yang kini masih merajai klasemen sementara Liga 1. Dimana, koleksi poin PSM hanya terpaut tipis 1 angka saja dari Madura.

 

Luis Milla Cuma Angkut 23 Pemain Untuk Perang di Bangkok

Luis Milla Cuma Angkut 23 Pemain Untuk Perang di Bangkok
Luis Milla Cuma Angkut 23 Pemain Untuk Perang di Bangkok

Dalam rangka menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23, coach Luis Milla telah menetapkan hanya akan ada 23 nama yang sudah pasti akan diturunkan di Bangkok, Thailand.

Sebelumnya ada 25 nama yang dimasukkan Milla dalam training camp di Bali, namun hanya 23 pemain yang akan dimasukkannya kedalam squad timnas Garuda U-22. Sejauh ini, masih ada 24 pemain yang sementara masuk dalam daftar squad. Dimana pelatih asal Spanyol berumur 51 tahun itu bakal membuang 1 nama lagi, yang akan dicoretnya pada tanggal 18 Juli mendatang. Alias, pada H minus 1 sebelum bertanding di Negeri Gajah Putih.

“Sebetulnya saat ini kami punya 24 pemain, tapi ada 1 orang yang saya masih ragukan mau diikutsertakan atau tidak. Kami benar-benar ketat soal kualifikasi. Pemain yang dirasa tidak memenuhi standar squad, akan kami cut. Nanti, squad finalnya akan saya rilis 1 hari sebelum pertandingan. Pas Selasa,18 Juli minggu depan”, jelas Milla.

Skuad Garuda Muda sendiri sudah diberangkat pagi tadi (Selasa, 11 / 7 / 2017) WITA ke Bangkok dari Bali. Kualifikasi Piala Asia U-23 sendiri bakal dilangsungkan pada tanggal 19 hingga 23 Juli 2017. Berdasarkan undian, Tim Indonesia akan masuk di Grup H bersama-sama dengan tim tuan rumah, Malaysia, dan juga Mongolia.

Ke 24 nama yang telah dipilih Milla, usai menjalani Training camp di Bali adalah sebagai berikut.

Kurniawan Kartika Ajie dari Persiba Balikpapan, Moch Diky Indriyana dari Bali United dan Satria Tama dari Persegres Gresik akan berperan sebagai kiper.

Sedangkan lini belakang diisi oleh Gavin Kwan dan Hansamu Yama Pranata dari Barito Putera, lalu Bagas Adi dari Arema FC, Andy Setyo Nugroho dari PS TNI, Putu Gede Juni Antara dari Bhayangkara FC, Osvaldo Haay dari Persipura, Ryuji Utomo dan Rezaldi Hehanusa dari Persija Jakarta, dan Ricky Fajrin Saputra dari Bali United.

Berikutnya lini tengah bakal diperkuat oleh Miftahul Hamdi dari Bali United, Evan Dimas Darmono dari Bhayangkara FC, Hanif Abdurrauf Sjahband dari Arema FC, Muhammad Hargianto dari Persija Jakarta, Gian Zola Nasrulloh dan juga Febri Hariyadi dari Persib Bandung, lalu Asnawi Mangkualam Bahar dari PSM Makassar, dan terakhir Saddil Ramdani dari Persela.

Terakhir Marinus Mariyanto Wanewar dari Persipura, Yabes Roni Malaifani dari Bali United, dan Ahmad Nur Hardianto Persela terdaftar sebagai bomber di squad timnas Garuda U-22.

Sedari awal, nama yang sudah dicoret dari squad timnas U-22 untuk terbang ke Bangkok adalah Egi Maulana Vikri.

Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K

Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K
Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K

Rasa dongkol tengah menyelimuti hati pelatih PS TNI, Ivan Kolev. Pasalnya pelatih asal Bulgaria itu menilai, kalau wasit yang memimpin laga lanjutan Liga 1 kemarin (Senin, 3 / 7 / 201) malam WIB itu tidak becus.

Berduel dengan Arema FC di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Kolev mengklaim kalau ada 2 hadiah penalti yang seharusnya diterima oleh timnya. Momen yang paling fatal adalah ketika rekannya melihat, salah satu bek Singo Edan ada yang menyentuh bola dengan tangan di area kotak putih. Namun Ikhsan Prasetya Jati, selaku wasit yang bertugas dilihat Kolev cuma melengos dan tidak mengacuhkan insiden tersebut. Padahal, kejadian tersebut trejadi didepan wasit Ikhsan langsung.

“Tadi bek Arema ada yang menyentuh bola di kotak penalti. Kok malah didiamkan, sih? Bahkan, teman saya yang ikut menonton pun mempertanyakan hal yang sama”, umpat pria 59 tahun itu selepas bertanding.

“Dan itu terjadi 2 kali lho. 2 kali pemain lawan menyentuh bola, tapi wasit diam saja. Ini benar-benar sangat merugikan kami”, sambugnya.

Saat meladeni Arema, PS TNI bisa dibilang tampil ciamik. Banyak peluang yang diciptakan oleh mereka dan berujung pada ancaman ke gawang lawan. Walaupun, Kurnia Mega tampil amat cekatan dalam menjaga gawangnya. Alhasil, serangan-serangan TNI pun masih mental oleh Meiga.

“Seharusnya, kami bisa bikin gol lewat tendangan penalti dan pulang dengan kemenangan”, tuntas mantan gelandang itu.

Pertarungan antara PS TNI dan Arema FC pun ditutup dengan skor imbang kacamata.

Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI

Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI
Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI

Saat melakoni laga lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari Cibinong Bogor kemarin (Senin, 3 / 7 / 2017) petang WIB, emosi Cristiano Gonzales sontak memuncak. Kala Ikhsan Prasetya Jati, selaku wasit yang bertugas, memutuskan untuk membatalkan gol yang dilesakkan Arthur Cunha ke jala PS TNI. Adapun duel tersebut berakhir dengan angka kacamata.

Sementara ulah wasit Ikhsan juga tidak hanya mengesalkan Gonzales, tapi juga Ivan Kolev, pelatih dari PS TNI. Kolev mempertanyakan, kenapa wasit tidak memberikan hadiah tendangan penalti pada saat yang seharusnya.

Menjelang sesi turun minum, Arema FC hampir mendobrak stagnasi. Cunha yang saat itu sedang mendrible bola, mencoba untuk mendekati bibir gawang. Saat bek asal Brazil itu merasa berada di sudut yang pas, ia pun tanpa pikir panjang langsung menyepak bola dengan keras ke gawang PS TNI. Si kulit bundar pun tersarangkan ke dalam jala. Sayang wasit menganulir gol tersebut, lantaran Cunha dinilai menapak posisi offside. Ini tentunya membuat para penggawa Arema naik pitam, khususnya Gonzales.

“Dari tadi offside offside melulu. Jelas-jelas Arthur tidak berada dalam posisi offside, saat mencetak gol”, tutur Gonzales yang penuh emosi saat diwawancara selepas bertanding.

“Wasit yang bertugas tadi, benar-benar tidak becus. Setiap orang wajar membuat kesalahan, tapi kalau kesalahan dibuat sampai 10 kali ya itu keterlaluan. 10 kali kami dibilang masuk offside terus. Tahu arti offside ga sih? Berarti memang dia tidak profesional dan harus dipertanyakan kinerjanya”, imbuh bomber berumur 40 tahun itu dengan ekspresi wajah kesalnya.