Angkut Morata, Chelsea Dinilai Buat Keputusan Tepat

Angkut Morata, Chelsea Dinilai Buat Keputusan Tepat
Angkut Morata, Chelsea Dinilai Buat Keputusan Tepat

Pernyataan tersebut diungkap oleh salah satu eks penggawa Chelsea, Dennis Wise. Wise menilai kalau Alvaro Morata bakal membawa Chelsea meraih sukses yang lebih di musim 2017 – 2018 mendatang.

Sebelumnya, The Blues meminang Morata dengan uang mahar senilai 80 jt Euro atau sebanding dengan 1,2 T Rupiah. Dengan uang sebesar itu, Chelsea mengikatnya dengan kontrak berdurasi 5 musim.

Tujuan Si Biru mendatangkan pemain kelahiran Spanyol berumur 24 tahun itu, memang tak terlepas dari kebutuhan Chelsea dalam mempertajam lini depannya. Seiring dengan nama Diego Costa yang sudah dicoret dari plan Antonio Conte pada kompetisi musim sekarang.

Wise yang dulunya mengabdi di London Barat selama 11 tahun sejak tahun 1990 hingga 2001 itu membenarkan, kalau persaingan di Liga Premier 2017 – 2018 bakal semakin mengerikan.

“Bursa transfer musim panas tahun ini belum ditutup. Tentu saja, kejutan pemain baru lainnya di klub-klub Liga Premier masih bakal bermunculan. Namun begitu, mendatangkan Morata merupakan keputusan Chelsea yang sangat bijak. Chelsea saat ini butuh mesin gol untuk tetap mempertahankan trek dalam meraih piala”, komen mantan bek berusia 50 tahun itu.

“Chelsea memang harus lebih mempertajam daya rusak squadnya. Lihat saja Manchester Unites (MU), Arsenal dan Manchester City yang jor-joran menggelontorkan uang, demi mendatangkan pemain-pemain yang menurut mereka oke punya”, imbuh wise lagi.

Laga kompetitif Chelsea dibuka dengan menunduk dibawah kaki Arsenal, lewat sesi adu tos-tosan di ajang Community Shield. Selanjutnya, sang jawara Liga Premier musim lalu itu bakal dihampiri Burnley pada akhir pekan ini (Sabtu, 12 / 8 / 2017).

Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot

Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot
Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot

Jika Alexis Sanchez sampai angkat koper, maka performa Arsenal di musim depan sudah pasti melorot. Itulah pemikiran gelandang Arsenal, Mesut Oezil yang turut berkomentar terkait spekulasi karir rekannya bersama The Gunner.

Kelanjutan karir Sanchez di Emirates Stadium memang tengah dipertanyakan, seiring dengan kontraknya yang belum diperpanjang juga. Padahal, kontraknya akan habis steengah tahun lagi (2018).

Disisi lain, Sanchez dikabarkan sedang mengalami rasa kecewa yang akut terhadap klub asal London Barat itu. Bomber 28 tahun itu merasa geram, lantaran klubnya gagal lolos ke Liga Champion di musim 2017 / 2018. Penyebabnya tentu jelas, Arsenal cuma mampu meraih urutan 5 di klasemen akhir Liga Premier musim lalu.

“Bagaimana mau menjuarai Liga Premier. Diperkuat Alexis saja, kami masih harus bekerja keras. Apalagi kalau sampai Alexis pergi. Saya harap dia masih mau bertahan dulu di Arsenal”, ujar oezil saat ditemui Sky Sport dan 442.

“Terus terang, saya sendiri juga masih belum tahu perihal kejelasan kontrak Alexis. Tapi, yang jelas adalah Arsenal butuh Alexis untuk menjuarai liga”, imbuh pemain timnas Jerman itu lagi.

Pada musim 2016 / 2017 lalu, Arsenal memang bergantung penuh kepada Sanchez. Sampai-sampai, Sanchez pun dinobatkan sebagai pencetak angka paling banyak di Arsenal. Dimana dari total 51 kali merumput, Sanchez berhasil bikin 30 gol dan 19 assist di semua kompetisi. Prestasi pesepakbola asal Chile berumur 28 tahun itu yang paling ciamik sepanjang musim lalu adalah membawa Tim Meriam London menggasak trofi Piala FA. Satu-satunya titel yang berhasil disabet oleh Arsenal.

Mau Bikin Kejutan, Wayne Rooney Tak Bilang Keluarga Kalau Gabung di Klub Kampung Aslinya

Mau Bikin Kejutan, Wayne Rooney Tak Bilang Keluarga Kalau Gabung di Klub Kampung Aslinya
Mau Bikin Kejutan, Wayne Rooney Tak Bilang Keluarga Kalau Gabung di Klub Kampung Aslinya

Wayne Rooney Sempat Tak Bilang Keluarga Kalau Mau Pulang Kampung

Sejatinya, kepulangan Wayne Rooney ke klub di kampung aslinya, Everton sangat membuat keluarganya merasa bahagia. Kendati, eks kapten Manchester United (MU) itu sempat merahasiakan kepindahannya ke The Toffees kepada keluarganya.

Lahir di Liverpool, Rooney berserta keluarganya terkenal dekat sekali dengan Everton. Adapun, juru gedor berumur 31 tahun itu memulai perjalanan karirnya sebagai pemain pro di Everton sejak 15 tahun yang lalu (2002). Setelah masa kontraknya habis di Everton pada tahun 2004, Rooney pun ditarik SIr Alex Ferguson ke MU. Di Old Trafford, Rooney menjalani karir yang sangat panjang. Yakni mengabdi kepada Setan Merah, selama 13 musim. Hingga pada akhirnya ia harus pindah lagi ke klub lamanya pada musim panas tahun 2017 ini, dan meneken kontrak selama 2 tahun di Goodison Park.

Saat ditemui sejumlah rekan media di Inggris, Rooney pun dengan gamblang memaparkan alasannya. Yakni, mengapa ia memutuskan untuk tidak menyampaikan cerita dirinya yang pindah klub kepada anak, istri dan kerabatnya terlebih dahulu.

“Saya memang sempat merahasiakan berita transfer saya ke Everton. Saya tahu keluarga saya sangat senang sekali, jika saya bisa bermain disini. Maka dari itu, saya enggan memberitahu mereka selama proses transfernya belum selesai. Saya khawatir mereka akan merasa kecewa”, ujar Rooney kepada Mirror.

“Perasaan Kai (salah satu anak Rooney) lah yang paling saya jaga. Dia lah yang paling merindukan saya untuk pulang ke Everton. Saat ini begitu tahu ayahnya akan bermain di Goodison Park lagi, saya benar-benar melihat wajah Kai yang paling bahagia selama ini”, tuntasnya.

MU Kebanyakan Seri di Kandang

MU Kebanyakan Seri di Kandang
MU Kebanyakan Seri di Kandang

Selama bergulirnya Liga Premier musim 2016 / 2017, MU (Manchester Unites) dinilain publik terlalu banyak bermain imbang di kandang sendiri. Adapun publik dan fans menuntut Setan Merah untuk bisa lebih greget lagi kala menyambut tim lawan di musim depan.

Liga Premier musim lalu dituntaskan MU dengan nangkring di ranking 6, dengan raihan nilai sebanyak 69 poin yang didapat dari 38 kali merumput. Dimana dari 19 duel kandang yang dijabani The Red Devil, 10 pertandingan selalu diakhiri dengan hasil seri. Sementara, total kemenangan laga kandang yang didapat hanyalah sebanyak 8 kali dan sisanya berujung pada kekalahan.

Salah satu legenda MU, Phil Neville pun ikut mengomentari performa klub yang pernah dibelanya dulu itu.

“Kalau saja MU bisa mengalihkan permainan imbang itu menjadi kemenangan, maka gelar juara sudah pasti ada di depan mata”, ceplos Neville saat menghadiri talk show di MUTV.

“Saya harap, itu bisa mereka lakukan di musim yang baru ini”, tandas eks gelandang bertahan itu.

“Dengan begitu, keberhasilan di liga lokal pun dengan sendirinya akan menghantarkan mereka untuk berhasil di Liga Eropa dan Liga Champion”, tuntas pria 40 tahun itu.