Mitos Curug Cikaso

Mitos Curug Cikaso
Mitos Curug Cikaso

Air terjun Cikaso atau yang lebih populer dengan nama Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang letaknya berdampingan satu sama lain. Ketiga titik air terjun yang kemudian membentuk Curug Cikaso berada di dalam satu lokasi yang bermuara pada kolam di bawah air terjun. Menariknya, ketiga titik air terjun tersebut menghasilkan warna hijau kebiruan yang begitu menyegarkan mata.

Satu dari tiga titik air terjun diketahui terletak agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap cenderung ke arah timur. Tahukah anda bahwa ketiga titik air terjun tersebut memiliki nama yang berbeda satu sama lainnya.

Air terjun yang letaknya di sebelah kiri diberi nama Curug Asepan, sementara yang berada di tengah diberi nama Curug Meong, dan yang terakhir diberi nama tak kalah unik, yakni Curug Aki. Ketiga curug dengan nama super unik tersebut diyakini memiliki ketinggian mencapai 80 meter dengan lebar hampir 100 meter.

Kolam dengan air berwarna hijau kebiruan tersebut berlanjut ke Muara Tegal Buleud, kabupaten Sukabumi. Dikarenakan kedalaman kolam mencapai 15 meter, ada beberapa pengawas yang senantiasa mengawasi jalannya aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh pengunjung, apalagi kalau bukan berenang.

Air terjun Cikaso terletak di pesisir barat daya pulau Jawa, tepatnya di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kec. Cibitung, Kab. Sukabumi. Untuk mencapai tempat ini anda harus menempuh jarak sekitar 8 km dari Surade, 15 kilometer dari Jampang Kulon, 32 kilometer dari Ujung Genteng, sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi, dan sekitar 70 km dari Palabuhanratu.

Rute umum menuju Curug Cikaso diawali dari Surade yang memakan waktu tempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan roda dua atau empat hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso. Curug Cikaso juga terletak tidak jauh dari Wisata pantai Ujung Genteng di mana terdapat penangkaran penyu kawasan Jawa Barat.

Dibalik keindahannya, ternyata air terjun atau curug Cikaso menyimpan cerita mistis yang mampu membuat siapapun bergidik ketakutan. Masyarakat sekitar curug percaya masing-masing curug memiliki penunggu. Curug Asepan dipercaya ditunggui oleh Nyai Blorong, Curug Meong dipercaya ditunggui oleh Eyang Santang, dan Curug Aki dipercaya ditunggui oleh Prabu Siliwangi.

Tidak sedikit pengunjung yang mengaku melihat penampakan. Umumnya penampakan dapat dilihat setelah jam 5 sore. Setelah melihat, beberapa dari pengunjung mengalami kesurupan. Seperti contohnya tiga bulan lalu, saat curug ramai dengan kemunculan ular besar. Sontak saja para pengunjung lari terbirit-birit, malah sampai ada yang tak sadarkan diri.

Konon, di curug ini, juga bercokol mahluk astral berwujud ular naga. Menurut Ketua Persatuan Pemuda Cikaso, Hendra Gumelar atau yang akrab disapa dengan nama Belong, jika pada pukul 17:00 masih ada pengunjung yang masih sibuk foto, sering kali muncul penampakan ular naga lengkap dengan mahkota di atas kepalanya.

Ada pula pengunjung yang secara tiba-tiba mengalami kesurupan. Setelah diusut, pengunjung tersebut ternyata buang air kecil sembarangan. Hal tersebut dipercaya mengundang amarah dari sang penunggu curug yang merasa keberatan dengan apa yang dilakukan pengunjung tersebut.

Tak hanya itu, penampakan juga kerap muncul di foto para pengunjung yang berpose di dekat curug. Padahal, kata dia, saat sedang berfoto di belakang para pengunjung tak ada apa-apa. Tapi saat foto sudah dicetak muncul penampakan, seperti tanduk kambing berukuran raksasa.

Masyarakat sekitar curug mengaku selalu memperingatkan kepada pengunjung agar tidak berenang di bawah curug. Sebab, selain dalam, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Meskipun demikian, terlepas dari mistis yang menyelimuti objek wisata yang saat ini tengah populer dikalangan wisatawan domestik, Curug Cikaso patut untuk anda sambangi saat tengah libur akhir pekan.