Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot

Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot
Sanchez Out, Performa Arsenal Bakal Melorot

Jika Alexis Sanchez sampai angkat koper, maka performa Arsenal di musim depan sudah pasti melorot. Itulah pemikiran gelandang Arsenal, Mesut Oezil yang turut berkomentar terkait spekulasi karir rekannya bersama The Gunner.

Kelanjutan karir Sanchez di Emirates Stadium memang tengah dipertanyakan, seiring dengan kontraknya yang belum diperpanjang juga. Padahal, kontraknya akan habis steengah tahun lagi (2018).

Disisi lain, Sanchez dikabarkan sedang mengalami rasa kecewa yang akut terhadap klub asal London Barat itu. Bomber 28 tahun itu merasa geram, lantaran klubnya gagal lolos ke Liga Champion di musim 2017 / 2018. Penyebabnya tentu jelas, Arsenal cuma mampu meraih urutan 5 di klasemen akhir Liga Premier musim lalu.

“Bagaimana mau menjuarai Liga Premier. Diperkuat Alexis saja, kami masih harus bekerja keras. Apalagi kalau sampai Alexis pergi. Saya harap dia masih mau bertahan dulu di Arsenal”, ujar oezil saat ditemui Sky Sport dan 442.

“Terus terang, saya sendiri juga masih belum tahu perihal kejelasan kontrak Alexis. Tapi, yang jelas adalah Arsenal butuh Alexis untuk menjuarai liga”, imbuh pemain timnas Jerman itu lagi.

Pada musim 2016 / 2017 lalu, Arsenal memang bergantung penuh kepada Sanchez. Sampai-sampai, Sanchez pun dinobatkan sebagai pencetak angka paling banyak di Arsenal. Dimana dari total 51 kali merumput, Sanchez berhasil bikin 30 gol dan 19 assist di semua kompetisi. Prestasi pesepakbola asal Chile berumur 28 tahun itu yang paling ciamik sepanjang musim lalu adalah membawa Tim Meriam London menggasak trofi Piala FA. Satu-satunya titel yang berhasil disabet oleh Arsenal.

VAR Amat Penting Buat Wenger

VAR Amat Penting Buat Wenger
VAR Amat Penting Buat Wenger

Mengingat-ingat pengalamannya di dunia sepakbola, Arsene Wenger menyadari betul kalau peran VAR (Video Assistant Referee) sangatlah penting baginya. salah satu kejadian yang paling tidak bisa ia lupakan adalah saat membawa klubnya ke putaran final Liga Champion 2006.

FIFA resmi menggunakan VAR sejak menggelar Piala Dunia Antar Klub pada tahun 2016, lalu teknologi tersebut terus digunakan hingga digelarnya Piala Konfederasi tahun ini (2017). Mengingat peran VAR sangat membantu meminimalisasikan human error tim offisial dalam menentukan sebuah keputusan, saat menggelar sebuah pertandingan. Hal ini pun juga diakui oleh Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.

Kembali ke saat Wenger membawa The Gunners ke babak final melawan Barcelona di Liga Champion, mereka terpaksa harus ikhlas kalah dari Barca 1 – 2. Padahal, Wenger sangat yakin, kalau penyebab kekalahannya itu lantaran kesalahan tim wasit yang bertugas.

“Kalau saja VAR sudah ada pas tahun 2006”, keluh Wenger.

Saat itu, Wenger melihat kalau gol penyeimbang kedudukan 1 – 0 Arsenal yang dicetak oleh Samuel Eto’o lahir dari posisi offside. Selebihnya, pelatih asli Prancis itu juga merasa kalau banyak keputusan wasit yang lebih mengunggulkan The Catalan.

“Kami padahal sudah unggul 1 – 0 hingga 30 menit menjelang berakhirnya babak final saat itu, lalu tiba-tiba Barca dinyatakan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1. Jelas-jelas saya melihat gol yang dicetak Eto’o adalah hasil dari posisi offside. Kalau ada VAR saat itu, maka tim saya lah yang sudah pasti membawa pulang piala”, sesal pria berumur 67 tahun itu.

Wenger juga menceritakan pengalaman lainnya saat dicurangi di laga, yaitu lagi-lagi saat berhadapan dengan Barca pada Liga Champion 2011. Saat itu, yang dipermasalahkan adalah kartu kuning ke 2 buat Robin van Persie.

Sejatinya tahun 2006 menjadi momen emas Arsenal bersama Wenger untuk bisa menjadi jawara Liga Champion, namun impian meraih titel pada saat itu harus kandas. Musim 2005 / 2006 merupakan satu-satunya momen, dimana Arsenal mampu berlaga di babak final selama melenggang di Liga Champion hingga saat ini.