Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi

Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi
Bayern Pikir-Pikir Ga Perlu Incar Sanchez Lagi

Merasa sudah punya susunan pemain yang oke di barisan depan, Bayern Munich pun sontak berpikir untuk mengurungkan niatnya mengincar Alexis Sanchez.

Sebelum tersiar berita ini, isu terkait Bayern yang sedang kesengsem berat untuk mengangkut juru gedor Arsenal FC itu memang santer beredar. Masa kerja Sanchez di Emirates Stadium yang cuma tinggal sisa setahun, dispekulasikan makin memperkuat kans Bayern untuk mendatangkan pemain timnas Chile itu. Apalagi, The Gunners pun juga gagal lolos ke Liga Champion untuk musim depan. Bayern dinilai punya nilai tawar yang sangat bagus untuk mengiming-imingi Sanchez terbang ke Bavaria.

Namun begitu, kekehnya Bayern untuk menggaet Sanchez dilandaskan atas kurangnya stok pemain pada lini depan mereka. Kendati mereka harus menerima konsekuensi nantinya, bahwa besaran gaji Sanchez bisa membuat manajemen garuk-garuk kepala. Saat merasa lini depan mereka sudah pas terdandani, Bayern pun kini jadi berpikir 2 kali untuk merekrut pesepakbola 29 tahun itu. Sekaligus, menstop perburuan penyerang pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Kesuksesan Bayern meminjam James Rodriguez dari Real Madrid selama 2 tahun lah, yang disinyalir merubah pikiran Bayern untuk membidik Sanchez.

“Saya rasa lini depan kami sudah oke. Kami sudah memutuskan untuk berhenti memburu penyerang baru”, tegas Karl Heinz Rummenigge, selaku Chairman klub saat ditemui oleh wartawan Kicker.

“Manajemen pun sudah memberikan sinyal kepada kami. Yaitu, untuk mengindari pengeluaran uang dengan jumlah yang tidak masuk akal”, sambung mantan gelandang yang dulu juga membela Bayern itu.

Sementara itu, spekulasi publik terhadap karir Sanchez di Arsenal belum berhenti seiring dengan berhentinya Bayern mengincar dirinya. Rumor baru pu sudah berhembus, kalau Manchester City juga jatuh hati untuk meminang pemain bernomor punggung 7 itu.

Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang

Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang
Giovane Elber Enggan Melatih dan Menikmati Jobnya Sekarang

Giovane Elber mengaku lebih enjoy jadi duta Bayern Munich

Salah satu legenda Bayern Munich, Giovane Elber sejatinya terus didesak oleh fans untuk bisa membagikan ilmu sepakbolanya kepada para pemain muda di klub asal Jerman itu. Namun begitu, pria asal Brazil itu bilang kalau dirinya lebih menikmati pekerjaanya menjadi duta dari klub yang sudah dibelanya dari tahun 1997 hingga 2003.

Pernyataan tersebut langsung dilontarkannya, saat mengunjungi Jakarta, Indonesia akhir pekan lalu (Sabtu, 8 / 7 / 2017). Kunjungannya ke Ibu Kota sendiri bertujuan untuk memberikan ‘coaching clinic’ kepada peminat sepakbola usia remaja di Indonesia. Acara yang di sponsori oleh Allianz tersebut bertajuk Allianz Junior Fottball Camp 2017 dan diselenggarakan di lapangan sepakbola Bhayangkara.

Sesaat sebelum memberikan pelatihan, sejumlah kawan media menghampiri Elber dan mempertanyakan kenapa dirinya tidak menjadi pelatih saja di Bayern. Mantan bomber asal Brazil itu pun tak sungkan untuk memberikan jawabannya.

Pertimbangan Elber, kenapa dirinya lebih suka menjadi brand ambassador dibanding jadi pelatih

“Bukan berarti karena skill kita yang tinggi, kita bisa lantas langsung jadi pelatih. Pelatih sama halnya dengan pemain, ada faktor hoki. Kalau hoki dan bagus, maka akan dipakai terus oleh klub. Kalau sedang tidak hoki, maka harus siap-siap dipecat”, ujarnya yang disambangi wartawan saat sedang menyantap makan siangnya sebelum seminar.

“Saya lebih tertarik menjadi duta, karena dengan begitu saya sudah pasti akan bisa bertemu fans kapan saja dan dimana saja di seluruh belahan dunia manapun. Termasuk juga para fans Bayern di Indonesia”, imbuh pria 44 tahun itu lagi.

Elber memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2006 silam, saat berseragamkan Cruzeiro. Selain Bayern dan Cruzeiro, klub-klub yang pernah dibelanya antara lain adalah Milan (era 1990 – 1994), lalu Grasshopper (era 1991 – 1994), VfB Stuttgart (era 1994 – 1997), dan Lyon (era 2003 – 2005). Selepas pensiun, dirinya pun dipercaya Bayern menjadi Brand Ambassador klub.

Passion Elber dalam menjalankan profesinya sekarang, betul-betul ditunjukkannya saat meladeni fans dengan sepenuh hati. Mulai dari berdiskusi soal teknik sampai soal foto selfie dengah para fans di Indonesia.

“Kalau kita mencintai pekerjaan kita, tidak akan ada kata lelah”, ujarnya sambil tersenyum.

Setelah mengadakan klinik pelatihan sepakbola di Indonesia, jadwal Elber berikutnya adalah terbang ke Singapura untuk agenda kegiatan yang sama.