Imam Nahrawi Ngamuk, Semua Suporter Disuruh Datang ke Kantornya

Imam Nahrawi Ngamuk, Semua Suporter Disuruh Datang ke Kantornya
Imam Nahrawi Ngamuk, Semua Suporter Disuruh Datang ke Kantornya

Keributan antar suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung beberapa pekan lalu saat dilangsungkannya laga lanjutan Liga 1, harus menumbalkan 1 korban jiwa, Ricko Andrean. Kala itu, Ricko menjadi korban amuk suporter The Viking yang salah sasaran. Disangka menjadi salah satu anggota Jakmania, Ricko habis dipukuli oleh sesama anggota The Viking lainnya. Setelah tak sadarkan diri selama 2 hari, Ricko pun akhirnya menghadap Sang Kholik.

Mendengar kejadian yang tidak enak ditelinga tersebut, Menpora Imam Nahrawi pun langsung naik pitam. Berniat untuk memberikan arahan kepada para suporter agar kedepan tidak terjadi lagi kejadian buruk yang serupa, Imam berniat mengumpulkan semua suporter dari seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Imam saat menggelar konferensi persi pekan lalu (Jumat, 28 / 7 / 2017) di Media Center Kemenpora Senayan Jakarta Selatan. Berdasarkan pernyataan yang dilontarkannya, seluruh suporter yang mendukung klub yang menjadi peserta Liga 1 dan juga Liga 2 bakal diundang ke kantornya pekan depan. Undangan ini dirasa tepat tujuannya untuk menampung seluruh keluh kesah para suporter dan mencari jalan keluarnya secara bersama-sama.

“Harapan saya yang pasti adalah kejadian buruk yang menimpa sahabat kita, Ricko Andrean harus menjadi yang terakhir kalinya. Sepakbola itu kan olahraga yang harusnya dijalankan dengan jiwa sportif yang tinggi. Semua emosi ya biar diwakilkan oleh penampilan pemain-pemain klub kita di lapangan saja. Diluar lapangan, kita semua sahabat dan sama-sama pencinta sepakbola”, ujar Imam saat berbicara pada acara jumpa pers tersebut.

“Malu lah, negara kita dilihat negara lain sepakbolanya carut marut begitu”, terusnya lagi.

“Maka dari itu, saya putuskan untuk mengumpulkan seluruh suporter dari klub Liga 1 dan Liga 2. Saya akan berdiskusi dengan mereka untuk menampung semua uneg-uneg dan saran. Biar setelahnya, tidak ada lagi gontok-gontokan kayak gini”, ujar Imam yang pada saat itu juga didampigi oleh sekretarisnya, Gatot S Dewa Broto dan Imam Gunawan.

“Tidak hanya suporter saja yang saya undang, tapi pihak kepolisian dan PSSI juga akan saya undang. Biar kita semua bisa keluar dengan komitmen yang sudah disepakati bersama-sama”.

“Saya jadwalkan minggu depan, lah. Nanti akan saya konfirmasi lagi kapan tepatnya”, tutup Imam yang juga tidak lupa mengucapkan rasa duka citanya kepada keluarga mendiang Ricko.

Supardi Naik Haji, Persib Naik Stres

Supardi Naik Haji, Persib Naik Stres
Supardi Naik Haji, Persib Naik Stres

Ditinggal Supardi, Persib Bandung sedang stres berat. Gelandang bertahan berumur 34 tahun itu memang harus absen akhir pekan ini (Sabtu, 29 / 7 / 2017), saat Maung Bandung melawat ke markas Perseru Serui di Stadion Marora Papua untuk melakoni laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka.

Selama musim ini, klub besutan Herrie Setyawan itu memang acapkali mengandalkan tenaga Supardsi di lini bertahan mereka. Namun saat ini Supardi tidak bisa menemani rekan-rekannya merumput, lantaran tengah bertolak ke Mekkah untuk menunaikan ibadah Haji.

“Ga ada Supardi stres juga saya. Soalnya dia yang paling besar andilnya dalam memperkuat barisan pertahanan kami. Cuma kami ya harus mengerti, SUpardi saat ini sedang menunaikan ibadah Haji -nya”, keluh Herrie.

“Satu-satunya jalan,¬†Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic dan juga Tony Sucipto harus bekerja ekstra keras tanpa Supardi. Cuma itu jarapannya nanti pas melawan Perseru Sabtu besok”, imbuh Herrie lagi.

Selama berseragamkan Persib, Supardi memang kerap menjadi sosok pemain yang disegani para rekan-rekannya. Pasalnya, Supardi dianggap pemain senior yang dituakan di Persib. Selain punya skill dan pengalaman yang impresif, Supardi selalu bisa meneduhkan segala ketegangan antar pemain yang terjadi di klubnya.

Sejauh ini, Persib tengah bercokol di ranking 14 klasemen sementara Liga 1 dengan mengkoleksi 21 poin. Masih memiliki 10 poin lebih banyak dari calon lawannya, Perseru yang kini mengekor mereka di posisi 16.

Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K

Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K
Kolev Kesal Dengan Wasit G-B-L-K

Rasa dongkol tengah menyelimuti hati pelatih PS TNI, Ivan Kolev. Pasalnya pelatih asal Bulgaria itu menilai, kalau wasit yang memimpin laga lanjutan Liga 1 kemarin (Senin, 3 / 7 / 201) malam WIB itu tidak becus.

Berduel dengan Arema FC di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, Kolev mengklaim kalau ada 2 hadiah penalti yang seharusnya diterima oleh timnya. Momen yang paling fatal adalah ketika rekannya melihat, salah satu bek Singo Edan ada yang menyentuh bola dengan tangan di area kotak putih. Namun Ikhsan Prasetya Jati, selaku wasit yang bertugas dilihat Kolev cuma melengos dan tidak mengacuhkan insiden tersebut. Padahal, kejadian tersebut trejadi didepan wasit Ikhsan langsung.

“Tadi bek Arema ada yang menyentuh bola di kotak penalti. Kok malah didiamkan, sih? Bahkan, teman saya yang ikut menonton pun mempertanyakan hal yang sama”, umpat pria 59 tahun itu selepas bertanding.

“Dan itu terjadi 2 kali lho. 2 kali pemain lawan menyentuh bola, tapi wasit diam saja. Ini benar-benar sangat merugikan kami”, sambugnya.

Saat meladeni Arema, PS TNI bisa dibilang tampil ciamik. Banyak peluang yang diciptakan oleh mereka dan berujung pada ancaman ke gawang lawan. Walaupun, Kurnia Mega tampil amat cekatan dalam menjaga gawangnya. Alhasil, serangan-serangan TNI pun masih mental oleh Meiga.

“Seharusnya, kami bisa bikin gol lewat tendangan penalti dan pulang dengan kemenangan”, tuntas mantan gelandang itu.

Pertarungan antara PS TNI dan Arema FC pun ditutup dengan skor imbang kacamata.

Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI

Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI
Gonzales Ngamuk ke Wasit yang Pimpin Laga Kontra PS TNI

Saat melakoni laga lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari Cibinong Bogor kemarin (Senin, 3 / 7 / 2017) petang WIB, emosi Cristiano Gonzales sontak memuncak. Kala Ikhsan Prasetya Jati, selaku wasit yang bertugas, memutuskan untuk membatalkan gol yang dilesakkan Arthur Cunha ke jala PS TNI. Adapun duel tersebut berakhir dengan angka kacamata.

Sementara ulah wasit Ikhsan juga tidak hanya mengesalkan Gonzales, tapi juga Ivan Kolev, pelatih dari PS TNI. Kolev mempertanyakan, kenapa wasit tidak memberikan hadiah tendangan penalti pada saat yang seharusnya.

Menjelang sesi turun minum, Arema FC hampir mendobrak stagnasi. Cunha yang saat itu sedang mendrible bola, mencoba untuk mendekati bibir gawang. Saat bek asal Brazil itu merasa berada di sudut yang pas, ia pun tanpa pikir panjang langsung menyepak bola dengan keras ke gawang PS TNI. Si kulit bundar pun tersarangkan ke dalam jala. Sayang wasit menganulir gol tersebut, lantaran Cunha dinilai menapak posisi offside. Ini tentunya membuat para penggawa Arema naik pitam, khususnya Gonzales.

“Dari tadi offside offside melulu. Jelas-jelas Arthur tidak berada dalam posisi offside, saat mencetak gol”, tutur Gonzales yang penuh emosi saat diwawancara selepas bertanding.

“Wasit yang bertugas tadi, benar-benar tidak becus. Setiap orang wajar membuat kesalahan, tapi kalau kesalahan dibuat sampai 10 kali ya itu keterlaluan. 10 kali kami dibilang masuk offside terus. Tahu arti offside ga sih? Berarti memang dia tidak profesional dan harus dipertanyakan kinerjanya”, imbuh bomber berumur 40 tahun itu dengan ekspresi wajah kesalnya.