Tampil Inkonsisten, Ozil Mendingan Dijual Saja

Tampil Inkonsisten, Ozil Mendingan Dijual Saja
Tampil Inkonsisten, Ozil Mendingan Dijual Saja

Itulah komentar salah satu mantan penggawa Arsenal FC, Emmanuel Petit yang mengriktik penampilan Mesut Ozil yang kerap naik turun belakangan ini.

Sejauh ini, Arsenal sudah 2 kali takluk dari 3 laga yang dilakoni di Liga Premier musim 2017 – 2018 kala mengikutsertakan gelandang asal Jerman itu. Salah satunya adalah ketika kalah telak 0 – 4 dari Liverpool. Dari ketiga laga tersebut, statistik gol dan assist dari Ozil pun tercatat masih nihil.

Berbeda dengan performanya di musim lalu, Ozil berhasil mempersembahkan 8 gol serta 10 assist buat The Gunners di kancah Liga Premier. Namun kini, Ozil seperti kehilangan geregetnya di klub. Ini yang dirasakan betul oleh Petit, sehingga memancing dirinya untuk melontrakan sebuah kritik pedas terhadap Ozil. Masalahnya yang paling membuat geram Petit adalah Ozil yang terlihat lebih ogah-ogahan pada musim ini.

“Ya kalau sudah tidak mau membela klubnya lagi, lebih baik dijual saja”, tegas Petit yang menyarankan bekas klubnya untuk segera melepas Ozil.

“Kalau soal belum bikin gol atau assist, rasanya wajarlah bagi seorang pemain. Setiap pemain kan ada faktor fluktuatifnya. Tapi masalahnya, saya tidak melihat semangat untuk memperjuangkan klub lagi pada diri Ozil. Dirinya betul-betul berbeda dibanding dengan musim lalu”, tambah mantan gelandang 46 tahun yang juga membela timnas Prancis itu kepada wartawan SFR Sport dan London Evening Standard.

“Jika Arsene (Wenger) tetap mempertahankannya (Ozil) di klub, itu bisa berbahaya. Attitude buruknya itu bisa menjalar ke pemain-pemain yang lain”.

“Kalau saya jadi Arsene, saya dengan tegas akan langsung bertanya ke Ozil begini. ‘Kamu masih mau main tidak, kalau tidak pintu keluar terbuka lebar disana. Dan pastikan kamu menutupnya dan jangan pernah kembali lagi kesini'”, papar Petit lagi.

Kontrak kerja Ozil sendiri di Stadium Emirates bakal tuntas di akhir musim panas 2018. Hingga detik ini, belum ada omongan dari Meriam London untuk menyodorkan kontrak baru bagi pesepakbola berumur 28 tahun itu. Mungkinkah hal itu yang membuat Ozil galau dan lesu di lapangan, kala bermain untuk Arsenal?

Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan

Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan
Ternyata Kane Bukan Cuma Ahli Soal Gol, Tapi Juga Soal Percintaan

Ternyata sosok Harry Kane bukan cuma ahli soal gol, tapi juga soal bikin aksi romantis di percintaan. Berniat untuk membuat impresi, juru gedor Tottenham Hotspur itu melamar Katie Goodland, kekasihnya saat liburan musim panas.

Bersama The Lily Whites, Kane bisa dibilang menuntaskan musim 2016 / 2017 dengan oke. Pertama, ia berhasil membawa klubnya finish di posisi runner up. Lalu dengan mempersembahkan 29 gol untuk Hotspur, Kane pun sontak dinobatkan sebagai pencetak angka terbanyak Liga Premier musim lalu.

Sebagai bentuk perayaan kesuksesannya di musim lalu, pemain timnas Inggris itu pun mengajak kekasih dan putri tunggalnya yang lahir pada 8 Januari 2017 silam, Ivy Jane Kane ke Nassau, Bahamas. Namun, momen mengejutkan dan romantis terjadi saat Katie tengah berdiri berdua bersama Kane di pinggir pantai pasir putih. Tiba-tiba Kane berlutut didepan Katie dan menyodorkan cincin, untuk melamarnya sebagai tunangan.

Momen romantis dengan kekasih yang sudah dikenalnya sejak usianya masih kanak-kanak itu pun, juga diupload Kane di akun Instagram -nya. Dengan caption, ‘Dia mengatakan, ya!’, foto dirinya tengah berlutut melamar Katie pun sontak tersebar di Internet. Salah satu netizen pun mereply dengan kalimat ‘Semoga kalian menjadi pasangan yang berbahagia selamanya’.

MU Kebanyakan Seri di Kandang

MU Kebanyakan Seri di Kandang
MU Kebanyakan Seri di Kandang

Selama bergulirnya Liga Premier musim 2016 / 2017, MU (Manchester Unites) dinilain publik terlalu banyak bermain imbang di kandang sendiri. Adapun publik dan fans menuntut Setan Merah untuk bisa lebih greget lagi kala menyambut tim lawan di musim depan.

Liga Premier musim lalu dituntaskan MU dengan nangkring di ranking 6, dengan raihan nilai sebanyak 69 poin yang didapat dari 38 kali merumput. Dimana dari 19 duel kandang yang dijabani The Red Devil, 10 pertandingan selalu diakhiri dengan hasil seri. Sementara, total kemenangan laga kandang yang didapat hanyalah sebanyak 8 kali dan sisanya berujung pada kekalahan.

Salah satu legenda MU, Phil Neville pun ikut mengomentari performa klub yang pernah dibelanya dulu itu.

“Kalau saja MU bisa mengalihkan permainan imbang itu menjadi kemenangan, maka gelar juara sudah pasti ada di depan mata”, ceplos Neville saat menghadiri talk show di MUTV.

“Saya harap, itu bisa mereka lakukan di musim yang baru ini”, tandas eks gelandang bertahan itu.

“Dengan begitu, keberhasilan di liga lokal pun dengan sendirinya akan menghantarkan mereka untuk berhasil di Liga Eropa dan Liga Champion”, tuntas pria 40 tahun itu.